logo


Koperasi KSS di Bali Berhasil Tembus Pasar Kakao Dunia

Komoditas kakao produksi para petani di Bumi Mekepung ini telah mendapat pengakuan dari lembaga uji mutu internasional

7 Juni 2019 15:38 WIB

Perkebunan Kakao
Perkebunan Kakao Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dari Desa Nusasari, di Kabupaten Jembrana, Bali, Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) berhasil menembus pasar kakao dunia. Komoditas kakao produksi para petani di Bumi Mekepung ini telah mendapat pengakuan dari lembaga uji mutu internasional.

Ketua Koperasi KSS, Ketut Wiadnyana, mengatakan bahwa keberhasilan koperasi yang berdiri tahun 2006 ini tidak mudah, pasalnya Koperasi KSS pernah menelan “pil pahit” karena buah kakao di lahan seluas 600 ha diserang hama yang menyebabkan kerugian besar.

“Koperasi Kerta Semaya Samaniya didirikan dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Harus ada semangat perubahan sehingga koperasi terus maju,” kata Ketut Wiadnyana, Kamis (6/6).


Sering Dianggap Ketinggalan Zaman, Kemenkop UKM Siap Lakukan Rebranding Koperasi

Upaya melakukan perbaikan mutu dan target menembus pasar ekspor mendorong Koperasi KSS meningkatkan kompetensi. Koperasi KSS kerap mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain itu, koperasi juga mengikuti program Kakao Lestari yang berujung diraihnya sertifikat UTZ pertama di Indonesia, yaitu serifikasi halal kakao berkelanjutan yang diakui secara internasional.

“Sertifikasi UTZ yang mengadopsi sistem berkelanjutan, mampu menempatkan posisi tawar kakao semakin kuat dalam mata rantai produksi sampai dengan pemasaran,” tuturnya.

Guna Wujudkan KUMKM Naik Kelas, Kemenkop UKM Gelar Uji Kompetensi Pendamping UMKM

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata