logo


Singgung Peristiwa 1965 dan 1998 dengan Kondisi Saat Ini, Natalius Pigai: Dimulai dari Keretakan Elit Kabinet

"Ryamizard Ryacudu itu adalah adanya sebuah gejolak batin"

2 Juni 2019 14:21 WIB

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai.
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengungkap kondisi saat ini di mana Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbeda pendapat dengan Menko Polhukam, Wiranto soal adanya target pembunuhan 4 tokoh nasional ini sangat berbahaya.

Bahkan ia menyinggu soal perisitiwa tahun 1965 dan 1998. "Perbedaan pandangan terkait situasi politik yang ada saat ini sangat berbahaya, ingat bahwa keretakan pertama itu dimulai dari keretakan ditingkat elit kabinet. Biasanya kita lihat di peristiwa tahun 1965, perisitiwa 1998," kata Natalius Pigai seperti yang diwartakan Teropongsenayan.com (2/6).

Baca Juga: Ungkap Alasan Ibundanya Dimakamkan di TMP Kalibata, AHY: Semasa Hidupnya, Beliau Pernah Menerima....


Wiranto Sentil Ryamizard: Komentar Boleh, Spekulasi Jangan

Ani Yudhoyono Meninggal, Adhyaksa Dault: yang Kami Khawatirkan Pak SBY

Lebih lanjut, ia mengatakan Menhan Ryamizard Ryacudu sangat mencerminkan perasaan Megawati. Hal ini dikarenakan dahulu kala, ayahanda Ryamizard merupakan orang yang sangat dekat dengan Ir. Soekarno.

"Jadi, jika dilihat dari ini yang dilontarkan oleh Ryamizard Ryacudu itu adalah adanya sebuah gejolak batin, perasaan yang sebenarnya tidak menginginkan situasi seperti yang dilakukan oleh Wiranto, oleh Moeldoko oleh Luhut, termasuk juga oleh Pak Jokowi, " sambungnya.

Sebelumnya, dalam kerusuhan 22 Mei lalu Wiranto menyebut adanya target pembunuhan kepada dirinya dan 3 tokoh lainnya. Tetapi, Ryamizar membantah hal tersebut. Ryamizard mengatakan bahwa tidak ada yang ditargetkan untuk dibunuh, termasuk Wiranto.

Fahri: Saya Setuju dengan Pak Ryamizard, Janganlah Antara TNI dan Polri Itu…

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata