logo


Tak Terima Jokowi Disebut Neo-Orba, PDIP ke BPN, "Ini Gambaran Orang Sedang Stres"

"Justru plot makar yang gagal kemarin, yang cenderung mau menghadirkan neo orba"

2 Juni 2019 13:13 WIB

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno monitorday

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengatakan bahwa tudingan dari gugatan paslon 02 Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah neo orde baru merupakan asal-asalan.

Ia mengatakan tidak perlu ditanggapi lebih jauh lagi mengenai tudingan tersebut. Meskipun begitu ia menyampaikan pada era demokrasi saat ini justru banyak diskursus yang menganggap Indonesia surplus kebebasan.

Baca Juga: Ani Yudhoyono di ICU, SBY dan Keluarga Memohon Keikhlasan Untuk....


Presiden Jokowi Bertemu Purnawirawan TNI, Moeldoko: Beliau-beliau Ini Diharapkan Bisa...

Ani Yudhoyono Kembali Masuk ICU, Ferdinand: Kami Dapat Informasi Kondisi Bu Ani Tak Sadarkan Diri

"Pada era reformasi ini, yang biasa kita bahas adalah surplus kebebasan, sehingga ada yang bilang demokrasi kita sudah kebablasan," kata Hendrawan yang diwartakan Gatra.com (1/6).

Oleh karena itu, ia terheran-heran dengan tuduhan tersebut. Malah ia menyebut pihak yang menuduh Jokowi tersebut tengah panik.

"Ini kan gambaran orang sedang stres. Justru plot makar yang gagal kemarin, yang cenderung mau menghadirkan neo orba, karena figur-figur yang terlibat hanya yang merupakan kroni-kroni orba," sambungnya.

Kunjungi Stasiun Senen, Jokowi: Kebersihan Stasiun Baik Sekali

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata