logo


Tiket Mudik Tembus Rp21 Juta, Kemenhub Minta Maskapai Tegur….

Pemunculan harga yang tidak masuk akal akan makin membuat publik kebingungan

1 Juni 2019 03:43 WIB

Ilustrasi rute dan jadwal keberangkatan di bandara.
Ilustrasi rute dan jadwal keberangkatan di bandara. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menyusul beredarnya harga tiket yang luar biasa mahal pada masa mudik Lebaran 2019 saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta maskapai penerbangan menegur mitra penjual/agen untuk tidak menampilkan harga yang tidak masuk akal karena penerbangan harus melalui beberapa kali transit.

“Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti, di Jakarta, belum lama ini.

Polana menambahkan, dalam suasana di mana permintaan tiket pesawat mengalami puncak seperti musim liburan dan Lebaran 2019 tahun ini, pemunculan harga yang tidak masuk akal akan makin membuat publik kebingungan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan dalam industri penerbangan.


Menhub Apresiasi Maskapai yang Telah Turunkan Harga Tiket

Tiket yang dijual di aplikasi bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan. Untuk rute Bandung tujuan Medan misalnya, tiket yang ditawarkan adalah melalui transit Denpasar dan Jakarta, baru terbang ke Medan, sehingga harganya pun luar biasa termurah Rp13.400.700 dan termahal Rp21.920.800.

Sementara, untuuk Jakarta-Makassar penerbangan yang ditawarkan harus transit melalui Jayapura, baru terbang lagi ke barat dari Jayapura ke Makassar, dan harga jualnya mencapai Rp24.576.400.

Sikapi Harga Tiket Pesawat Mahal, Pengamat Minta Pertamina Bertanggung Jawab

Halaman: 
Penulis : Riana