logo


Mantap! KKP Ekspor Perdana Ikan Patin ke Arab Saudi

Ekspor perdana kali ini adalah buah kerja sama APCI dan SMART-Fish Indonesia yang menangkap potensi patin Indonesia untuk memenuhi kebutuhan ikan jamaah haji Indonesia.

28 Mei 2019 19:44 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan ekspor perdana Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) Indonesia ke Kerajaan Arab Saudi untuk kebutuhan makanan jamaah haji asal Indonesia. Ekspor perdana ini dilepas di Instalasi Karantina Puspa Agro Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (27/5).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan ekspor perdana Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) Indonesia ke Kerajaan Arab Saudi untuk kebutuhan makanan jamaah haji asal Indonesia. Ekspor perdana ini dilepas di Instalasi Karantina Puspa Agro Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (27/5). ist

Di kesempatan yang sama, Ketua Bidang Budidaya Patin APCI, Imza Hermawan, mengatakan, peningkatan hasil budidaya patin ini terjadi berkat upaya penggunaan induk dan benih yang berkualitas untuk menekan Feed Conversion Ratio (FCR) sehingga efisiensi produksi meningkat.

"Induk dan benih berkualitas ini faktor utama penentu kesuksesan budidaya, utamanya dalam meningkatkan efisiensi pruduksi. FCR bisa ditekan, jika benih yang digunakan berkualitas," ungkapnya.

Asal tahu saja, pada tahun 2017, permintaan impor catfish global mencapai 640,87 ribu ton dengan pasar utama Amerika Serikat (17 persen), Meksiko (9 persen), Tiongkok (8 persen), Brasil (7 persen), dan Arab Saudi (5 persen). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, 48 persen dipasok dari Vietnam, 36 persen dari Myanmar, dan sisanya dari negara lainnya.


Cegah Penyakit EMS, KKP Intensif Lakukan Sosialisasi

Pada 2018, total permintaan impor catfish global meningkat menjadi 641,31 ton, dengan negara tujuan utama Amerika Serikat (19,08 persen) dan Tiongkok (18,97 persen). Sedangkan permintaan impor Arab Saudi hanya sebesar 4.503 ton (0,7 persen) atau turun 85 persen dibandingkan tahun 2017 (UN Comtrade, 2019).

Melihat peluang ini, Nilanto mendorong agar para pelaku usaha dan pembudidaya patin mendorong produksi patin dalam negeri agar patin Indonesia bisa turut ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan patin global.

“Pangsa pasar ekspor untuk patin sudah sangat jelas. Dengan potensi patin dalam negeri yang sangat tinggi, apabila kita mampu menggenjot produksi, tidak mustahil ke depan kita bisa menjadi pemain utama untuk komoditas ikan patin,” tutup Nilanto.

Sebagai informasi, ekspor perdana patin ini disaksikan juga oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Mohammad Gunawan Saleh; Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Muhajirin Yanis; Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Abdul Somad Buchori; Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal PDSPKP, Machmud; Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Widodo Sumianto; dan Sekjen Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), Azam B. Zaidy; serta, Ketua Bidang Budidaya Patin APCI, Imza Hermawan.

Genjot Ekspor Patin, Begini Strategi Jitu KKP

Halaman: 
Penulis : Riana