logo


BPN Sebut MK Itu Mahkamah Kalkulator, PDIP Bilang, "Jangan Terjebak..."

"Ya namanya juga sedang berusaha, semua cara dicoba"

28 Mei 2019 14:46 WIB

Gedung Mahkamah Konstitusi.
Gedung Mahkamah Konstitusi. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menanggapi pernyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebut MK merupakan Mahkamah Kalkulator.

Ia menilai pernyataan BPN tersebut merupakan usaha sehingga semua cara dicoba. Justru Hendrawan berpesan kepada BPN untuk berkonsentrasi menyiapkan sejumlah barang bukti saat mengajukan gugatan ke MK.

Baca Juga: Merasa Tersindir dengan Pernyataan Anies, TKN Bilang, "Saya Yakin Pak Jokowi Sangat...."


Minta Mustofa dan Ahmad Dhani Dibebaskan, Fadli Zon: Kedikatoran Muncul Karena Tidak Ada Kontrol

Dituding Hanya Diam Saat Aksi 22 Mei, Komnas HAM ke BPN, "Itu Bahasa Cinta, Cintanya Lagi Ngambek"

"Ya namanya juga sedang berusaha, semua cara dicoba," jelas Hendrawan yang diwartakan Okezone.com (28/5).

"Mudah-mudahan bukti yang dimiliki BPN kuat agar ada perbaikan penyelenggaraan di masa depan. Demokrasi berjalan baik bila mekanisme check and balance terbangun," imbuhnya.

Meskipun begitu, kultur demokrasi yang saat ini ada harus benar-benar terjaga dengan memberikan penghargaan terhadap pilihan rakyat.

Heboh Gelar Profesor Amien Rais, Menristekdikti Bilang, "yang Namanya Guru Besar Itu Hanya di Kampus"

"Jangan terjebak pada self-fulfilling trap, jebakan seakan-akan yang kita bayangkan pasti benar terjadi," pungkasnya.

Dituding Hanya Diam Saat Aksi 22 Mei, Komnas HAM ke BPN, "Itu Bahasa Cinta, Cintanya Lagi Ngambek"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata