logo


Yusril: Link Berita Saja Tak Bisa Dijadikan Bukti di Persidangan!

Berikut pernyataannya

28 Mei 2019 13:15 WIB

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra Kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa link berita dari media online saja tak bisa dijadikan bukti di persidangan.

"Para advokat itu paham yang bisa dijadikan alat bukti dalam persidangan. Jadi itu ada keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan pemohon, kemudian bukti surat dan lain-lain. Jadi kalau surat itu sudah ada definisinya misalnya dokumen C1," kata Yusril seperti yang dikutip dari laman Liputan6 (28/05)

Menurutnya, diperlukan keterangan saksi-saksi untuk menguatkan bukti-bukti yang ada.


SBY Sebut Karena Pertemuan Ini, Demokrat Dapat Banyak Serangan

"Kalau link berita bisa saja dijadikan bukti. Misalnya dalam pilkada, seorang incumbent dalam 6 bulan tidak boleh memutasikan pejabat. Tapi ada berita di kabupaten bupatinya memutasikan pejabat. Nah itu bisa dijadikan bukti tapi harus dikuatkan dengan bukti yang lain, misal SK mutasi, keterangan saksi-saksi," jelasnya

Lebih lanjut, Yusril mengatakan bahwa link berita tanpa saksi tak bisa dijadikan bukti.

"Kalau cuma link berita saja gak bisa dijadikan bukti. Itu dari tafsiran kami ya," katanya

Lebih lanjut, Yusril membeberkan bahwa bukti berbentuk surat harus otentik bukan hasil rekaman.

"Pokoknya yang tertulis itu kategorinya surat. Nah surat itu harus otentik jadi bukan hasil rekaman video seperti itu lah pemahaman kita tentang surat. Jadi misalnya ada rekaman ya bisa dijadikan bukti tapi harus dikuatkan dengan keterangan saksi sebab kalau cuma video aja gak bisa," ujar Yusril.

Bahas Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Luhut: "Kalau Waktunya Sudah Pas.."

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma