logo


Terungkap! Komodo yang Diperdagangkan Secara Ilegal Bukan Berasal dari Taman Nasional Komodo

Hasil tes DNA menyatakan Komodo berasal dari Flores Utara

28 Mei 2019 11:12 WIB

Wiratno, Dirjen KSDA
Wiratno, Dirjen KSDA Dok. KLHK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hasil penelitian uji DNA yang dilakukan oleh LIPI kepada enam ekor Komodo yang diperdagangkan secara ilegal di Jawa Timur menyimpulkan bahwa keenam ekor Komodo merupakan jenis yang berasal dari Flores Utara, bukan dari kawasan Taman Nasional Komodo.

Selanjutnya, keenam ekor Komodo tersebut akan dilepasliarkan setelah ada penetapan dari Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisitem (KSDAE), Wiratno mengungkapkan pelepasliaran akan dilakukan Pulau Ontoloe, TWA Riung 17 Pulau, Kabupaten Ngada.

"Kemungkinannya dilepasliarkan tidak ke habitat asal mereka, melainkan ke Pulau Ontoloe, TWA Riung 17 Pulau, Kabupaten Ngada, dengan mempertimbangkan faktor keamanan,” ungkapnya Senin (27/5).


KLHK Apresiasi Kepolisian yang Tangkap Pelaku Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Pelaksanaan uji DNA dilakukan untuk mengetahui asal usul satwa Komodo (Varanus komodoensis) yang diperdagangkan secara illegal, dan menjadi kasus pada Maret 2019. Uji DNA ini dilaksanakan oleh Laboratorium Genetika Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi - LIPI. Saat ini, penanganan perkara ini dilakukan oleh KLHK melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Mabes POLRI, dan Polda Jawa Timur.

Peneliti LIPI, Evi Erida mengungkapkan uji DNA tersebut dilakukan melalui pembandingan antara DNA sampel darah dari enam ekor Komodo yang merupakan barang bukti kasus tersebut, dengan delapan haplotipe Control Region (CR) 1 yang telah diketahui berdasarkan hasil penelitian LIPI sebelumnya.

“Keenam sampel darah Komodo yang diujikan tersebut mempunyai haplotipe yang khas di populasi Flores Utara, dengan jumlah 88 perse dari sampel populasi penelitian sebelumnya. Haplotipe tersebut juga ditemukan di Flores Barat, namun hanya dalam jumlah yang sangat kecil yakni kurang dari 2,5 persen dari sampel populasi pada penelitian sebelumnya,” jelas Evi.

Lebih lanjut Evi mengungkapkan hasil uji DNA juga menunjukkan bahwa keenam ekor komodo tersebut berjenis kelamin betina.

Dari hasil monitoring yang dilakukan tahun 2018, satwa Komodo menyebar di kawasan Taman Nasional Komodo, dan di daratan Flores. Populasi di kawasan Taman Nasional Komodo diperkirakan terdapat 2.897 ekor komodo yang tersebar di lima pulau besar yakni Pulau Komodo (1.727 ekor), Pulau Rinca (1.049 ekor), Pulau Padar (6 ekor), Pulau Gilimotang (58 ekor) dan Pulau Nusa Kode (57 ekor).

Sedangkan berdasarkan pengamatan dengan menggunakan camera trap yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT di daratan Flores didapatkan hasil sebagai berikut; di CA Wae Wuul terdapat 4-14 ekor (2013 spai dengan (s/d) 2018); Pulau Ontoloe (TWA Riung 17 Pulau) 2-6 ekor (2016 s/d 2018); Hutan Lindung Pota 6 ekor (2016 s/d 2018); dan Pulau Longos 11 ekor (2016).

2019, Kegiatan Reklamasi Tambang Ditargetkan Lebih dari 7.000 Hektar

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman
 
×
×