logo


Peneliti Temukan Bioprospecting Mikroba untuk Gantikan Pupuk Kimia dan Pestisida

Dirjen KSDA: Penelitian ini jadi solusi memecahkan masalah pertanian

28 Mei 2019 10:19 WIB

Dirjen KSDA Wiratno
Dirjen KSDA Wiratno Dok. KLHK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong peningkatan produktivitas pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida. Melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan bioprospecting mikroba sebagai pengganti pupuk kimia dan pestisida.

Dalam keterangan pers di kantor KLHK, Senin (27/5), Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisitem (KSDAE) Wiratno juga mengungkapkan kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan mikroba berguna asal taman nasional, bisa menjadi model kontribusi taman nasional, sebagai solusi memecahkan masalah pertanian pegunungan dan perubahan iklim.

"Saat ini, mikroba berguna asal TNGC tersebut sedang diteliti lebih lanjut untuk mengkaji pengaruhnya pada berbagai tanaman dan dasar fisiologinya," tambahnya.


Genjot Produksi Jagung dengan IP400

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Suryo Wiyono dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB, melibatkan 37 sampel yang dikumpulkan dari tanah, akar-akaran, dan daun dari berbagai tanaman di kawasan TNGC untuk mendapatkan mikrob berguna.

"Berdasarkan hasil isolasi, uji hemolysis, dan uji hipersensitif, menghasilkan tiga kelompok mikroba yang berguna bagi tanaman. Pertama, cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutu-kutuan, yaitu cendawan Hirsutella sp dan Lecanicillium sp.," kata Dr. Suryo.

Dr Suryo menerangkan hasil eksplorasi ini juga menemukan isolat bakteri pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria/PGPR) yaitu C71 yang mampu meningkatkan panjang akar bibit tomat 42.35%, dan meningkatan daya kecambah sebesar 178%. PGPR tersebut juga mampu membuat tomat lebih tahan penyakit bercak daun. Selanjutnya, kegiatan ini juga menghasilkan bakteri yang paling efektif dalam menekan dampak frost bagi tanaman, yaitu PGMJ 1 (asal Kemlandingan Gunung), dan A1 (asal Anggrek Vanda sp.), keduanya dengan tingkat keefektifan 66.67%.

Teknologi Ion Beam, Padi Jadi Setinggi 1,5 m

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman