logo


DPD ke Wamenkeu: Kesenjangan Perekonomian Antar Daerah Harus Diselesaikan

Ajiep juga menjelaskan, tantangan dan permasalahan pada tahun 2020 nanti juga semakin rumit.

27 Mei 2019 21:33 WIB

Ketua Komite IV DPD RI, Ajiep Padindang
Ketua Komite IV DPD RI, Ajiep Padindang ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komite IV DPD RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pembahasan materi Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF), serta dana transfer

Hasil rapat tersebut nantinya akan dijadikan DPD RI sebagai usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 ke DPR

Ketua Komite IV, Ajiep Padindang, menjelaskan, dalam merumuskan arah dan strategis kebijakan fiskal, pemerintah harus senantiasa mempertimbangkan dinamika perekonomian baik global maupun domestik.


Jawab Pihak yang Mengkritik Prestasi Menkeu Sri Mulyani, Kemenkeu Bilang "Mental Seperti Itu..."

“APBN secara konsisten harus terus didorong agar lebih produktif, efisien, berdaya tahan dan mampu mengendalikan resiko serta berkelanjutan,” ucap Ajiep, saat membuka rapat kerja di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (27/5).

Menurut Ajiep, apa yang dirumuskan pemerintah dalam RPJMN 2020-2024 berkaitan erat bagaimana DPD RI mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya, sampai hari ini perekonomian di daerah masih berfluktuatif atau tidak merata.

“Pertumbuhan di daerah tidak sama ada yang sampai 7 persen, tapi ada juga yang tumbuhnya hanya 4 persen. Jadi, kita harus menyelesaikan soal kesenjangan antar daerah dan wilayah, tingginya gini ratio dan lainnya," ujar Ajiep.

Ajiep juga menjelaskan, tantangan dan permasalahan pada tahun 2020 nanti juga semakin rumit. Seperti, perkembangan perekonomian global yang saat ini masih menuju keseimbangan baru berimbas pada kinerja perekonomian domestik.

“Hal ini bersumber dari kebijakan proteksionisme Amerika Serikat dan keberlanjutan normalisasi kebijakan moneter negara-negara maju,” tuturnya.

Dari sisi domestik, akselerasi investasi dan perbaikan daya saing dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi untuk menghindari middle income trap. Namun, pertumbuhan ekonomi yang dicapai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perbaikan yang relatif terbatas pada kisaran 5 persen - 5,5 persen.

“Peningkatan kapasitas produksi nasional di sisi lain, membutuhkan dukungan sumber dana untuk kegiatan investasi,” kata dia.

Kata Kemenkeu, THR ‘Terancam’ Tidak Cair 24 Mei, Jika…

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana
 
×
×