logo


Minta Mustofa dan Ahmad Dhani Dibebaskan, Fadli Zon: Kedikatoran Muncul Karena Tidak Ada Kontrol

"Ini ironi di dalam demokrasi kita

27 Mei 2019 19:30 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon meminta Polri untuk membebaskan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya dan Ahmad Dhani.

Ia beranggapan di negara demokrasi, orang yang mengkritik pemerintah tidak boleh ditangkap apalagi ditahan.

Baca Juga: BPN Minta Jokowi Hubungi Prabowo, Ruhut: Sombong Kali, Hati-hati Tuhan Makin Marah Sama Kalian


Bantah Penemuan Amplop di Ambulans Gerindra, Fadli Zon: Ambulans Gerindra Itu Jumlahnya Ratusan

BW Ngomong Rezim Korup, KPK Tanggapi, "Bisa Saja yang Menganggap..."

Lebih lanjut, ia menilai penahanan kedua rekannya ini merupakan contoh ketidakadilan yang terjadi di Indonesia. Bahkan ia menyinggung ada orang yang menghina Prabowo hingga mengancam di Twitter, justru tidak didiamkan saja.

"Ini ironi di dalam demokrasi kita. Saya kira di negara demokrasi, orang yang mengkritik tidak boleh ditangkap. Tidak boleh, seperti saudara Mostufa Nahra, tiba-tiba ditangkapi seperti seorang yang mempunyai kejahatan berat," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta (27/5).

"Seharusnya mereka dibebaskan semua, termasuk Ahmad Dhani hanya karena urusan ludah dan idiot begitu  dan tidak ada alamatnya per hari ini sudah hampir empat bulan mendekam," imbuhnya.

Masih Banyaknya Praktik Rentenir Berkedok Koperasi, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Pendamping Koperasi

Lebih lanjut, ia juga menyesakan hukum yang ada Indonesia dimana hukum hanya tajam kepada oposisi saja. "Kediktatoran muncul karena tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan. Harusnya ini menjadi partner di dalam berdemokrasi," pungkasnya.

Dituduh Jadi Provokator, Fadli Zon Bilang, "Tidak Ada, Saya Menegakkan Hukum"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata