logo


Ramadan, Pertamina Rajin Gelar Pasar Murah LPG

Ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

27 Mei 2019 13:00 WIB

Harga LPG ukuran 3 kg dijamin tidak akan ada kenaikkan hingga akhir tahun, dengan pertimbangan harga LPG dunia mengalami penurunan.
Harga LPG ukuran 3 kg dijamin tidak akan ada kenaikkan hingga akhir tahun, dengan pertimbangan harga LPG dunia mengalami penurunan. energitoday.com

PEKANBARU, JITUNEWS.COM - Memasuki pekan keempat Ramadan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Riau rajin menggelar pasar murah LPG 3 kg.

Tak kurang dari 13 pasar murah dilaksanakan sejak akhir April lalu. Ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan, penyaluran LPG meningkat selama Ramadan.


Sepekan Puasa, Konsumsi LPG 3 Kg Naik 10%

"Periode 1 hingga 24 Mei, untuk Riau kami salurkan LPG 3 kg sebanyak 153.000 tabung per hari. Jumlah ini meningkat empat persen dibanding penyaluran normal," tuturnya.

Di samping menambah pasokan ke pangkalan, penyaluran juga dilakukan lewat pasar murah. Bekerja sama dengan Disperindag, lokasi pasar murah diantaranya di Kecamatan Rumbai, Senapelan, Tenayan Raya, Tampan dan Sukajadi.

Total terdapat 13 titik, masing-masing dialokasikan sejumlah 560 tabung. Sebanyak total 7.280 tabung elpiji 3 kg disalurkan pada warga.

"Khusus di Pekanbaru, sudah disalurkan sebesar 26.320 tabung LPG 3 kg per hari. Peningkatannya sebesar empat persen dibandingkan penyaluran normal," lanjut Roby.

Di sisi lain, penyaluran LPG non subsidi Bright Gas 5,5 kg di Riau juga menunjukkan kenaikan. Sejak awal Mei, sejumlah total 40.727 Bright Gas 5,5 kg disalurkan pada masyarakat. Jumlah ini meningkat lima persen dibandingkan konsumsi normal.

Untuk lebih mendorong penggunaan LPG yang tepat sasaran, Pertamina mengadakan kegiatan berbuka dengan usaha mikro dan komunitas (BEDUK) Bright Gas. Ini merupakan bagian dari program Satgas Rafi 2019 yaitu Pertamina Melayani, Berbagi dan Mengedukasi.

“Dalam program BEDUK Bright Gas ini, kami bekerja sama dengan Hiswana Migas. Bertujuan lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran,” ujar Roby.

Saat ini, perbandingan pangsa pasar LPG subsidi dengan non subsidi mencapai 86 persen berbanding 14 persen. Padahal menurut BPS Riau, jumlah masyarakat miskin hanya 7,21 persen.

BEDUK Bright Gas memberdayakan usaha kuliner yang menggunakan Bright Gas. Sebanyak empat usaha kuliner mengikuti kegiatan pada Kamis (23/5) lalu di SPBU 14.282.661. Pada kesempatan itu diserahkan pula santunan kepada 250 anak dari enam panti asuhan

Pertamina Pantau Kesiapan Sarfas BBM dan LPG Selama Ramadan

Halaman: 
Penulis : Riana