logo


Genjot Ekspor Patin, Begini Strategi Jitu KKP

Permasalahan pasar selama ini kerap jadi salah satu yang dikeluhkan para pembudidaya.

27 Mei 2019 05:15 WIB

Budidaya Ikan Patin
Budidaya Ikan Patin DJPB-KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan strategi pemenuhan suplai produk patin nasional salah satunya dengan mendorong industrialisasi budidaya patin berkelanjutan di sentral-sentral produksi.

Hal tersebut menyusul semakin terbukanya peluang pasar ekspor patin nasional khususnya ke kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, KKP dengan Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) telah meluncurkan brand market "Indonesian Pangasius, the Better Choice," pada pameran Seafex di Dubai Oktober 2018 lalu.


Cegah Penyakit EMS, KKP Intensif Lakukan Sosialisasi

Disamping itu, menyusul penetapan ikan patin sebagai menu makanan haji Indonesia tahun 2019 oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama, secara langsung membuka peluang ekspor produk patin ke Kerajaan Saudi Arabia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya, Minggu (26/5) mengatakan bahwa semakin terbukanya pasar ekspor patin, akan secara langsung berdampak positif terhadap geliat usaha budidaya di berbagai daerah.

Menurutnya, permasalahan pasar selama ini kerap jadi salah satu yang dikeluhkan para pembudidaya. Oleh karenanya, ia mengatakan optimistis, jika pasar terbuka, maka nilai tambah akan lebih banyak dirasakan para pembudidaya.

"Saya dapat info dari teman-teman APCI bahwa akan ada rencana ekspor perdana produk patin ke Saudi Arabia dalam waktu dekat. Ini sangat positif, dan menambah optimisme kami, bahwa komoditas patin mulai jadi unggulan ekspor dan tentu akan meningkatkan nilai devisa. Ini yang harus kita dorong, agar produk budidaya bisa tembus ekspor," papar Slamet.

Slamet juga mengaku optimis untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan memberikan suplai share yang besar. Ia memastikan, telah menyiapkan strategi, yakni melalui industrialisasi budidaya patin berkelanjutan.

Slamet menjabarkan bahwa industrialisasi ini harus dibangun dalam setiap rantai sistem produksi khususnya benih dan pakan. Ia menekankan pentingnya industrialisasi perbenihan untuk mendukung industri budidaya patin berkelanjutan.

"Jadi masalah benih ini bagian yang sangat penting. Melalui industrialisasi perbenihan kita akan dorong pemenuhan kebutuhan benih yang unggul dan adaptif melalui breeding program untuk perbaikan genetik. Disamping itu, kita juga akan bangun sistem logistiknya, sehingga ada konektivitas yang efisien mulai dari broodstock center, larva center, UPR dan pembudidaya di sentral sentral produksi. Jika benih berkualitas maka akan berpengaruh langsung terhadap efisiensi pakan juga," jelas Slamet.

"Selain penguatan induk dan benih, KKP juga melakukan pengembangan pakan mandiri. Khususnya untuk ikan-ikan air tawar, seperti patin, hal ini untuk menekan biaya produksi patin, sehingga produk semakin berdaya saing", lanjut Slamet.

KKP Sebut Teknologi RAS Berhasil Meningkatkan Produksi Benih Gurame

Halaman: 
Penulis : Riana