logo


Sikapi Harga Tiket Pesawat Mahal, Pengamat Minta Pertamina Bertanggung Jawab

Diketahui, efek domino akan mahalnya tiket pesawat bagi rata-rata orang Indonesia cukup lumayan terasa.

27 Mei 2019 04:45 WIB

Ilustrasi pesawat.
Ilustrasi pesawat. eskipaper.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Gajah Mada Analitika, Herman Dirgantara, meminta, Pertamina bertanggung jawab atas mahalnya harga tiket pesawat setahun terakhir ini.

Issue mahalnya harga tiket pesawat cukup marak dikarenakan mendekati hari raya Idulfitri, dimana budaya mudik merupakan tradisi tahunan di Indonesia ujarnya.

"Mahalnya harga tiket pesawat setahun terakhir ini tak lepas dari tingginya harga avtur dan pertamina harus bertanggung jawab atas hal ini," tutur Herman, saat Diskusi Tematik yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia di Cikini, Sabtu (25/5) lalu.


Sah! Pemerintah Turunkan Tarif Batas Atas Harga Tiket Pesawat

"Diperlukannya 'political will' oleh pemerintah untuk ikut berperan dalam menyikapi hal ini dikarenakan pesawat adalah salah moda transpotasi yang vital," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Cucuk Suryo Suprojo, selaku mantan Dirjen Perhubungan Udara, menyampaikan bahwa pemerintah sudah berusaha melakukan hal yang tepat dengan ikut mengontrol dengan mengeluarkan harga batas atas batas bawah untuk menjaga stabilitas harga dan tetap mengutamakan keamanan.

Peraturan Menteri mengenai batas atas batas bawah harga tiket pesawat harus dikaji secara berkala untuk memantau pergerakan 'cost' penerbangan agar tetap dalam nilai keseimbangan tanpa mengabaikan keselamatan.

Kebijakan yang lain adalah pengaturan rute penerbangan yang terkoneksi antar wilayah sehingga tercipta efisiensi 'cost' penerbangan dan tidak membebani maskapai.

"Ini merupakan hal yang wajib dilakukan pemerintah untuk mengatur rute agar efisiensi dapat tercapai." ujar Cucuk Suryo Suprojo.

Diketahui, efek domino akan mahalnya tiket pesawat bagi rata-rata orang Indonesia cukup lumayan terasa. Pesawat hari ini adalah moda transpotasi modern yang paling efektif dari segi jangkauan dan efisien dari segi waktu.

"Penurunan penumpang ikut mempengaruhi jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional, hal ini mengurangi pendapatan disektor pariwisata," ujar Konsultan Bisnis, Kuncoroadi.

"Tidak sampai situ saja, hal ini juga berimbas pada sektor UMKM yang ikut turun karena berkurangnya angka kunjungan wisatawan dan masih akan mampu merembet kesektor lainnya berdampak beruntun secara ekonomi," timpal Kuncoroadi.

Menhub Apresiasi Maskapai yang Telah Turunkan Harga Tiket

Halaman: 
Penulis : Riana