logo


Perusahaan Asal Tiongkok Siap Bangun Smelter Tembaga di Papua

Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua

3 Maret 2015 14:56 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Non Ferrous China Company (NFC), perusahaan asal Tiongkok berencana investasi membangun pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter tembaga  di  Papua.  Smelter yang sedianya akan dibangun pada 2019 mendatang tersebut akan menelan biaya investasi mencapai US$ 1 miliar atau berkisar Rp 12,5 triliun.

Dalam keterangan persnya belum lama ini, smelter tersebut akan dibangun di daerah Poumako Industrial Park yang berlokasi di Timika, Papua dengan menggunakan teknologi yang berasal dari Kanada.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut.


Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus.

 “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” tegas Sukhyar.
 
Nantinya, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun. Dan pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika.

"Karena someday produksi konsentrat Freeport bisa sampai 3 juta sampai 3,8 juta ton per tahun jadi selain ke PT Smelting dan smelter perusahaan di Gresik, sebagian konsentrat juga akan dikirim ke smelter Papua," tutur Sukhyar.

Warga Desa Sungai Bemban Pertanyakan Izin Tambang Galian C

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid