logo


Soal Mahkamah Kalkulator, TKN: Bambang W Jangan Banyak Bacot

BPN lebih baik melengkapi berkas daripada banyak bicara

25 Mei 2019 10:59 WIB

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menempuh jalur hukum terkait gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Akan tetapi, Ketua Tim Kuasa Hukum 02, Bambang Widjojanto menyinggung istilah mahkamah kalkulator saat mendaftarkan gugatan.

Ucapan Bambang tersebut mendapat respons dari Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul. Ruhut meminta Bambang untuk tidak banyak bicara. Menurutnya, BPN lebih baik melengkapi berkas daripada banyak bicara.


Kubu 02: Bambang Widjojanto Akan Bongkar Korupsi Politik Pilpres 2019

"Bambang W jangan banyak bacot menyampaikan pendapat di MK, penuhi semua persyaratan gugatan karena baru didaftarkan berkas belum tentu lengkap, nanti kalau semua lengkap bekerjalah secara profesional bukan retorika Kau itu Lawyer bukan Politisi, TNI-Polisi bekerja sesuai Protap," ujar Ruhut seperti dikutip Jitunews dari akun Twitternya @ruhutsitompul, sabtu (25/5).

Diketahui, Bambang Widjojanto (BW) menyinggung istilah mahkamah kalkulator ketika mendaftarkan gugatan hasil Pilpres 2019 ke MK.

"MK dalam berbagai putusannya telah memutuskan berbagai perkara sengketa pemilihan, khususnya pilkada, dengan menggunakan prinsip terstruktur, sistematis, dan masif. Kami coba mendorong MK bukan sekadar mahkamah kalkulator, yang bersifat numerik," kata BW di Jakarta Pusat, Jumat (24/5).

BPN Gugat ke MK, Amien Rais Ngaku Kecewa dan Pesimis Akan Mengubah Keadaan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata