logo


Awas, Rentenir Berkedok Koperasi Marak Jelang Lebaran!

Masyarakat harus hati-hati dalam memanfaatkan jasa layanan keuangan, jangan asal butuh karena menjelang Lebaran

24 Mei 2019 21:16 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. cnbc.com

Suparno mengungkapkan, ciri rentenir berkedok koperasi adalah memberlakukan potongan administrasi yang merugikan dan suku bunga rendah yang palsu. Biasanya, koperasi tersebut menawarkan kemudahan persyaratan, misal, hanya butuh KTP saja dan melayani masyarakat umum yang bukan anggota koperasi tersebut.

Dalam hal ini, dia meminta masyarakat teliti membaca dan memahami mekanisme pinjaman yang ditawarkan. Jangan sampai belum mendapat manfaatnya sudah ditagih kembali. Pada akhirnya yang paling sering terjadi adalah kesulitan membayar pada rentenir yang pertama, masuk jebakan rentenir yang lain.

"Bukannya mengatasi kesulitaan keuangan, justru masyarakat terjebak pada lingkaran rentenir," lanjutnya.


Sering Dianggap Ketinggalan Zaman, Kemenkop UKM Siap Lakukan Rebranding Koperasi

Suparno menyampaikan bahwa koperasi yang benar adalah yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas kekeluargaan.

Dia juga meminta, masyarakat tidak mudah tergiur dengan penawaran bunga pinjaman, harus memperhatikan berapa bunga yang diterapkan oleh koperasi sehingga tidak kesulitan saat pengembalian.

“Saya menyarankan masyarakat meminjam pada koperasi dimana mereka menjadi anggotanya. Dengan begitu sebagai anggota sekaligus pemilik, masyarakat berhak mengetahui penentuan bunga pinjaman yang diputuskan dalam RAT sesuai dengan bisnis yang dijalankan koperasi itu untuk mencapai bunga yang rasional, menguntungkan kedua belah pihak dan tidak saling membebani dalam meraih manfaat untuk kesejahteraan bersama sebagaimana tujuan koperasi itu didirikan,” pungkasnya.

Buka Kampung Ramadan, Kemenkop UKM: Selain Bazaar, Juga Tersedia...

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana