logo


PAN: Kalau Kita Siap untuk Berkompetisi, Kita Harus Siap Juga Konsekuensinya…

Kata Bara, Indonesia sebagai negara berdemokrasi telah memberikan sarana untuk menyelesaikan berbagai kecurangan-kecurangan dalam Pemilu.

24 Mei 2019 21:10 WIB

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan Liputan6.com/Immanuel Antonius

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan, menyebut, aksi people power sudah tidak relevan dengan sistem demokrasi yang saat ini dianut oleh Indonesia.

“Konsep people power tidak relevan dengan situasi sekarang, dan konsep people power lebih untuk melakukan delegitimasi untuk menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan,” ujar Bara, di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (24/5).

Bara melanjutkan, Indonesia sebagai negara berdemokrasi telah memberikan sarana untuk menyelesaikan berbagai kecurangan-kecurangan dalam Pemilu.


Siap Layangkan Gugatan Ke MK, Sandiaga: Rakyat Indonesia Sangat Bersemangat…

“Padahal, kalau kita siap untuk berkompetisi dalam prosedur demokrasi ini, kita harus siap juga dalam konsekuensinya. Dalam arti, kalau kita memang kalah, di situ kita menilai ada indikasi kecurangan itu sudah diatur oleh Undang-undang (UU),” kata Bara.

Bara menjelaskan, hal itulah yang menjadi pembeda antara Pemilu di negara sistem demokrasi dengan sistem otoriter.

“Bedanya dalam sistem demokrasi, Pemilu penyelenggara dari independen, tidak seperti pada zaman orde baru penyelenggaranya adalah pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.

Sandi Sebut Gugatan ke MK atas Tuntutan Rakyat, Ruhut: Keinginan Elite Pendukungmu

“Juga tidak ada saluran-saluran untuk menyampaikan protes untuk menyampaikan keluhan kalau ada indikasi kecurangan-kecurangan. Tidak ada waktu itu seperti Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi. Kalau sekarang ada dan itu lebih terbuka dan transparan,” pungkasnya.

Kubu 02: Bambang Widjojanto Akan Bongkar Korupsi Politik Pilpres 2019

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana