logo


TKN: Semoga Prabowo - Sandi Konsisten dan Tidak Ambigu

TKN meminta BPN Prabowo - Sandiaga Uno agar konsisten menggunakan jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi jika keberatan dengan hasil pemilu.

24 Mei 2019 14:23 WIB

Politisi PDIP Aria Bima.
Politisi PDIP Aria Bima. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima, meminta Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar konsisten menggunakan jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi jika keberatan dengan hasil pemilu.

"Ini penting bagaimana TKN mendorong Pak Prabowo-Sandi konsisten dalam sikap mendukung jalan konstitusional," kata Aria Bima di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (23/5).

Aria menilai Prabowo-Sandi tampaknya bermain dua kaki. Pasalnya, di satu sisi mengatakan akan menggunakan jalur konstitusional, namun di sisi lain membiarkan pendukungnya melakukan aksi jalanan yang berujung ricuh. Sebagaimana pemimpin, Prabowo-Sandi harus menegaskan sikap konstitusionalnya.


Dibilang Kecil Kemungkinan Menang di MK, BPN Bilang, "Allah Maha Penentu"

"Jangan bermain dua kaki dan jangan menunjukkan sikap ambigu. Dalam saat sepenting ini, tugas kaum pemimpin untuk menjaga persatuan di atas segalanya," ungkap dia.

Lebih lanjut, Aria juga mengkritik sikap Prabowo-Sandi yang terkesan cuci tangan atas aksi pada 21 Mei dan 22 Mei 2019 di Jakarta. Pasalnya, di satu pihak, Prabowo-Sandi mendelegitimasi hasil pemilu dan mendorong pendukungnya turun ke jalan. Namun, di lain pihak, tidak mau bertanggung jawab atas aksi pada 21 Mei dan 22 Mei 2019 di Jakarta.

"Sikap ambigu yang ditunjukkan Prabowo-Sandi, satu pihak mendelegitimasi hasil pemilu, mendorong pendukungnya untuk bergerak demo di jalanan dengan narasi kecurangan pemilu. Sementara di sisi lain berusaha cuci tangan dengan menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa 21 dan 22 Mei kemarin," tutur dia.

"TKN tetap menghargai sikap upaya konstitusi Prabowo dan Sandi lewat proses gugatan sengketa pemilu di MK. Kenapa? karena sebelumnya tim BPN Prabowo-Sandi tak ingin tindaklanjuti berbagai hal yang ditemukan di dalam asumsi dugaan kecurangan ke Bawaslu dan ke MK," pungkasnya.

Bertemu JK Bersama Prabowo, Sandiaga Bahas Langkah Koalisi Adil Makmur

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu