logo


Bekerjasama dengan Jahitin.com, Kemendes PDTT Tingkatkan Kesejahteraan Penjahit

Jahitin adalah platform yang membantu mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan juga peningkatan pendidikan keterampilan

23 Mei 2019 10:53 WIB

Salah satu kegiatan Jahitin, yaitu jahitin academy dimana para penjahit mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas skill dan kompetensi baik online maupun offline
Salah satu kegiatan Jahitin, yaitu jahitin academy dimana para penjahit mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas skill dan kompetensi baik online maupun offline Kemendes PDTT

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bekerjasama dengan salah satu start-up terbaik di Indonesia yakni Jahitin.com untuk meningkatkan kesejahteraan para penjahit di Daerah Tertinggal.

Jahitin adalah platform yang membantu mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan juga peningkatan pendidikan keterampilan. Salah satu kegiatan yang dimiliki oleh Jahitin adalah jahitin academy dimana para penjahit mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas skill dan kompetensi baik online maupun offline.

"Upaya percepatan pembangunan Daerah Tertinggal harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa. Salah satunya dengan mendekatkan teknologi ke daerah-daerah tertinggal melalui inovasi dan teknologi. Lebih dari 60 startup digital bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, keterampilan, investasi dan pariwisata telah menjalin kerja sama dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengembangkan literasi dan praktik digital di Daerah Tertinggal. Salah satunya dengan jahitin.com ini," kata Dirjen PDT Kemendes PDTT, Samsul Widodo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5).


Ungkap Pentingya Investasi, Bamsoet: Akan Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya, persoalan para penjahit di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait kualitas dan kurangnya sarana untuk pengembangan kapasitas, namun juga banyak pengrajin tenun dan penjahit yang kurang sejahtera. Para pengrajin memproduksi tenun dengan modal Rp250.000 dan dijual dengan harga yang sama.

"Para penjahit tidak tahu cara menentukan harga, biaya, keuntungan dan kurang memahami cara mengatur keuangan baik individu maupun usaha sehingga apa yang dikerjakan selama ini cenderung stagnan dan tidak ada perkembangan," katanya.

Sandiaga Sebut Terpuruknya Neraca Perdagangan Akibat...

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas, Aurora Denata