logo


Media Sosial 'Down', BPN Sebut Pemerintah Sedang Panik

Andre Rosiade menyebut kebijakan itu tak masuk akal dan bertentangan dengan demokrasi.

22 Mei 2019 19:30 WIB

Andre Rosiade
Andre Rosiade Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebelumnya, pemerintah memutuskan membatasi aktivitas di media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama peredaran info hoax.

"Sementara untuk hindari provokasi kita melakukan pembatasan akses di media tertentu agar tidak diaktifkan. Akses media sosial untuk jaga hal-hal negatif yang disebarkan masyarakat," kata Menkopolhukam Wiranto di Jakarta, JPNN, Rabu (22/5).

Baca juga: Diundang ke Istana, Akhirnya AHY Diminta Presiden Jokowi Menjadi ...

Menanggapi hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap sikap pemerintah sebagai hal yang berlebihan.


Pengumuman Tanggal 21 Mei Dianggap Janggal oleh Prabowo, KPU Balas, "Kenapa Pukul 01.46 Ketika Orang Banyak Tidur? Karena..."

Juru bicara BPN Andre Rosiade menyebut kebijakan itu tak masuk akal dan bertentangan dengan demokrasi. Padahal, kebebasan berpendapat termasuk di media sosial adalah bagian dari demokrasi.

"Kemarin ada pernyataan pemerintah akan mengawasi ucapan para tokoh politik, sekarang akses media sosial dibatasi. Menurut saya ini pemerintah panik dan ketakutan hingga demokrasi saja diatur seenak mereka, rezim ini takut dengan demokrasi," kata Andre di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, CNNIndonesia, Rabu (22/5).

Setelah Buka Puasa, Aksi 22 Mei Rusuh Lagi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu