logo


"Ada Syahwat Merebut Kekuasaan, Ini Aspirasi Rakyat yang Mana? Yang Calonnya Kalah"

GONAS merasa prihatin sebab ajakan pengerahan people power terus digencarkan sebelum pengumuman secara resmi hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU RI.

20 Mei 2019 22:27 WIB

Ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional (GONAS) melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap aksi people power yang digagas oleh Amien Rais, di depan Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (20/5).
Ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional (GONAS) melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap aksi people power yang digagas oleh Amien Rais, di depan Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (20/5). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional (GONAS) melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap aksi people power yang digagas oleh Amien Rais.

Dalam aksinya, massa GONAS melakukan pembacaan pantun sebagai sindiran atas penolakan gerakan people power yang kini berganti nama kedaulatan rakyat.

Koordinator GONAS, Rayhan, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini adalah bentuk penolakan segala bentuk yang berkaitan dengan people power. Tindakan itu disebutnya telah memanfaatkan rakyat untuk kepentingan politik Amien Rais Cs.


Pastikan Ikut Aksi 22 Mei, Ketua Front Kedaulatan Bangsa: Tidak Ada Dipimpin Pak Prabowo

"People yang disampaikan Amien Rais cs yang berubah wujud menjadi kedaulatan rakyat ini patut dipertanyakan. Tetapi rakyat yang mana yang Amien Rais maksud? Kami sebagai mahasiswa sekaligus rakyat, tidak sepakat dengan people power ataupun kedaulatan rakyat karena diduga kuat mengarah ke makar terlebih menolak hasil Pemilu," ujar Rayhan, di depan Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (20/5).

"Ada syahwat merebut kekuasaan, ini aspirasi rakyat yang mana? Yang calonnya kalah," imbuhnya

Dalam hal ini, Rayhan mengungkapkan bahwa GONAS sangat menyayangkan adanya elite politik yang terus menghembuskan people power. Karena gerakan yang dinisiasi oleh Amien Rais cs itu, kata Rayhan, sangat rawan, bisa menyebabkan benturan antar warga serta perpecahan akibat situasi politik.

"Elite politik dan BPN Prabowo Sandi harusnya bertanggung jawab menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai gerakan yang mengancam keutuhan negara. Tetapi ini malah provokasi. Stop people power dan kedaulatan rakyat, karena akan membawa kerusakan dan mengancam keutuhan NKRI," tuturnya.

"Kami tahu mereka akan melakukan aksi menginap berhari-hari membuat kemacetan. Dan memaksakan agar tuntutan mereka dipenuhi, ini namanya konyol. Sudah mengganggu kamtibmas dan kenyamanan masyarakat lainnya," katanya.

Rayhan menambahkan bahwa GONAS juga merasa prihatin, sebab ajakan pengerahan people power terus digencarkan sebelum pengumuman secara resmi hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU RI.

Padahal, semestinya bila ditemukan indikasi kecurangan, maka harus menggunakan jalur konstitusional bukan menggerakkan rakyat untuk makar.

TKN ke Fadli Zon: Sadar Bro, Jangan Gadaikan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Hanya Demi Syahwat Politik...

"Jika ada kecurangan ya laporkan jangan koar-koar dan provokasi dan mainkan amarah rakyat. Ini bulan puasa, sebaiknya perbanyak ibadah dan pahala, jaga ketenangan jangan meresahkan rakyat. Hormati keputusan KPU, apapun hasilnya nanti. Jika nanti kurang berkenan, maka salurkan lewat MK," pungkasnya.

Turun ke Jalan 22 Mei, Purnawirawan Pro-Prabowo Bantah Rencana Makar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana