logo


Laporannya Ditolak Bawaslu, IT BPN: Ini Putusan Aneh, Bukti yang Kami Sertakan Adalah….

Relawan IT BPN menyesalkan keputusan Bawaslu

20 Mei 2019 20:44 WIB

Polisi berjaga di gedung Bawaslu.
Polisi berjaga di gedung Bawaslu. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Relawan IT BPN menyesalkan keputusan Bawaslu terkait laporan Pelanggaran Administrasi Pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Dalam laporan salah satu anggota relawan IT BPN, Dian Fatwa, menemukan beberapa pelanggaran pasal 286 ayat (1) UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dimana Paslon dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih.

"Ini putusan aneh, bukti yang kami sertakan adalah Peraturan Pemerintah (PP) no 15 tahun 2019 tentang kenaikan gaji ASN. Link berita hanya menguatkan bahwa memang terbukti pemerintah telah memberikan kenaikan gaji kepada seluruh ASN. Kenapa yang dijadikan alasan link berita, bukan saksi yang kami siapkan dan Peraturan Pemerintah,” ujar Dian, di Jakarta, Senin (20/5).


Berikut Peta Pilpres 2014! Bandingkan dengan Peta Pilpres 2019, Maka ada 5 Provinsi yang...

Lebih jauh, Dian menganggap putusan Bawaslu tidak fair, karena saksi-saksi yang telah disiapkan belum diberi kesempatan untuk menyatakan adanya pelanggaran TSM.

Padahal, kata Dian, di dalam PP 15/2019 tidak ubahnya seperti caleg memberikan serangan fajar untuk mempengaruhi pemilih. Hanya bedanya ini dilegalkan, sementara caleg tidak punya otoritas legal seperti yang dipunyai oleh incumbent Paslon sebagai Presiden.

Dian mengatakan, semestinya Bawaslu juga menilai link berita yang menyatakan lembaga survei Charta Politika mengkonfirmasi bahwa janji menaikkan gaji PNS memberikan dampak electoral positif terhadap paslon Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.

"Ini kan sama saja money politic. Apa bedanya dengan caleg yang ngasih uang, ngasih sembako atau janji akan pergi umrah. Seorang caleg masuk penjara karena memberikan undian ibadah umrah. Ini ada paslon kebetuan Presiden, memberikan kenaikan gaji, PP diterbitkan tanggal 13 Maret, pada saat kampanye, malah laporannya ditolak. Saya gagal paham,” sesalnya.

Selain PP 15/2019, Dian juga menyertakan Peraturan Pemerintah no 11 tahun 2019 tentang kenaikan gaji seluruh perangkat desa yang ditanda tangani tanggal 28 Februari 2019 serta nama-nama sejumlah saksi ASN.

Menurut Dian, mestinya Bawaslu memeriksa terlebih dahulu saksi serta bukti dan tidak langsung menolak laporannya. Apa yang dilakukannya adalah jalan yang paling konstitusional melihat adanya pelanggaran TSM.

“Pada akhirnya rakyat akan menilai bagaimana penyelenggara Pemilu 2019 tidak memiliki kredibilitas untuk menyelesaikan laporan-laporan kecurangan,” pungkasnya.

Beda Sikap dengan BPN, PAN Akan Legowo Terima Hasil Pilpres

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana