logo


Aktivis HAM: Siapapun yang Terpilih dari Sistem Pemilu Ini, Mereka Harusnya Malu

"Ini bencana yang nyata-nyata disebabkan oleh ambisiusme politik"

20 Mei 2019 12:07 WIB

Haris Azhar.
Haris Azhar. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aktivis Hak Asasi Manusia, Haris Azhar menanggapi keras adanya ratusan petugas KPPS dalam Pemilu 2019. Bahkan, ia menyebut hal tersebut merupakan bencana yang disebabkan ambisiusme politik.

"Ini bencana yang nyata-nyata disebabkan oleh ambisiusme politik, ini saya mau bilang ada ambisi kenegaraan ambisi elit politik yang berujung pada bencana yang buat saya ini memalukan. Saya menduga kalau orang mati gara-gara pemilu kemudian konflik itu ada, tapi kalau orang mati gara-gara sistem, orang-orangnya kelelahan itu, ada yang  salah dalam sistem ini," kata Haris yang seperti diberitakan Gatra.com (29/4).

Baca Juga: Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Bamsoet Beri Himbauan ke KPU, Polri, dan Masyarakat


Kunjungi Keluarga Salah Satu Ketua KPPS yang Meninggal, Sandiaga: Kematian Para Pahlawan Demokrasi Tak Boleh Sia-sa

Tangannya Diborgol Saat TIba di Polda Metro, Lieus Bilang, "Tidak Apa-apa, Ini Namanya Perjuangan"

Oleh karena itu, siapapun yang terpilih dalam pemilu kali ini seharusnya malu dengan sistem yang digunakan saat ini. Selain itu, ia juga mengungkap pihak yang bertanggung jawab seharusnya adalah seluruh pihak.

"Buat saya, siapa pun yang terpilih dari sistem ini mereka harusnya malu, mereka harusnya berhenti sibuk menghitung kemenangan atau kekalahan elektoral, ya mereka mestinya mikir dengan situasi kayak gini," imbuhnya.

"Yang paling bertanggung jawab menurut saya ini berjamaah, seperti saya bilang ya, sebagai bangsa mestinya presiden yang tampil, jangan cukup hanya bikin statement, mana kerja tanggap daruratnya," pungkasnya.

Ini Penyebab Petugas Pemilu Meninggal dan Sakit

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata