logo


Mantap! Peran Aktif RI dalam Kerja Sama Global Pengurangan Risiko Bencana Diakui Dunia

kontribusi Indonesia dalam GPDRR juga ditunjukkan dengan peran Kepala BNPB, Doni Monardo, sebagai salah satu pembicara pada Working Session

20 Mei 2019 05:45 WIB

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5)
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5) Kemlu

JENEWA, JITUNEWS.COM - Tidak ada satu pun negara yang dapat menghadapi sendiri dampak dari bencana, karenanya kerja sama internasional memainkan peranan yang sangat penting dalam upaya pengurangan risiko dan penanggulangan bencana baik di tingkat global, regional, nasional, dan lokal.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla, dalam pernyataan resmi Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, Rabu (15/5) lalu.

Dalam pertemuan PBB di Jenewa ini, Wapres juga menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen tinggi untuk memajukan kerja sama internasional, terutama dengan membagikan pengalamannya di bidang pengurangan risiko bencana. Dukungan Indonesia ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas negara lain di bidang pengurangan risiko bencana.


Kemlu: Pelaku Bom Sri Lanka Bukan WNI

Jusuf Kalla menyampaikan bahwa komitmen Indonesia dalam kerja sama internasional telah ditunjukkan dengan berbagai inisiatif yang dilaksanakan dan dibina dengan negara lain.

Beberapa diantaranya dilakukan melalui kerangka kerja sama Selatan-Selatan dan kerja sama triangular dengan negara-negara seperti Fiji, India, Selandia Baru, Australia, Korea Selatan, Jepang, Swiss, Amerika Serikat, dan negara-negara ASEAN lainnya.

Pada kunjungan ini, Jusuf Kalla juga telah bertemu pimpinan dari sejumlah organisasi internasional yang menangani pengungsi (UNHCR), bantuan kemanusiaan (ICRC dan IFRC), migrasi (IOM) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Di hari yang sama, kontribusi Indonesia dalam GPDRR juga ditunjukkan dengan peran Kepala BNPB, Doni Monardo, sebagai salah satu pembicara pada Working Session tentang Build Back Better bersama sejumlah panelis dari negara, badan PBB, dan lembaga bantuan asing.

Dalam sesi tersebut Kepala BNPB menjelaskan tantangan serta risiko bencana yang dihadapi Indonesia, dan kebijakan-kebijakan inovatif yang mengedepankan peran masyarakat lokal, berbasis lingkungan dan memanfaatkan iptek dan riset kebencanaan.

Kemlu Bantu UMKM Cirebon Bersiap Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×