logo


KKP Sebut Teknologi RAS Berhasil Meningkatkan Produksi Benih Gurame

Pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 28 – 30 ekor per liter

19 Mei 2019 18:47 WIB

Pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS)
Pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika dikomparasi dengan sistem konvensional, pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 28 – 30 ekor per liter, sedangkan sistem konvensional padat tebar hanya 0,2 ekor per liter. Masa pemeliharaan benih juga relatif lebih pendek yaitu 30 hari telah mencapai ukuran 2 – 4 cm, dengan tingkat kelulusan hidup mencapai 95% dan tingkat keseragaman ukuran hingga 90%. Dalam sistem konvensional, waktu pemeliharaan mencapai 50 hari, kelulusan hidup hanya 60% dan keseragaman ukuran 80%. Produktivitas produksi dengan teknologi RAS naik hingga 140 kali lipat dibanding konvensional.

Saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menjelaskan bahwa teknologi RAS merupakan teknologi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pembenihan ikan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan lahan, disamping itu menciptakan usaha yang minim dampak negatif terhadap ekologi.

“Teknologi RAS ini merupakan teknologi pembenihan ikan intensif yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis komoditas baik tawar, payau maupun laut, sehingga nantinya dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia," ujar Slamet di Jakarta, Jumat (17/5).


FAO Pilih Indonesia Sebagai Negara Percontohan Perbaikan Tata Kelola Biosekuriti

Lanjut Slamet, keunggulan RAS dibandingkan sistem konvensional diantaranya yaitu aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan. Selain itu, juga mudah dalam pemeliharaan dan stabilitas kualitas air lebih terjaga serta penggunaan air lebih hemat.

“RAS harus terus dikembangkan untuk berbagai komoditas budidaya karena dapat mengendalikan hama dan penyakit, meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta meningkatkan produktivitas sistem budidaya, sehingga pendapatan juga akan meningkat tajam,” tambah Slamet.

Salah satu keberhasilan implementasi teknologi RAS yaitu pada pembenihan ikan Gurame yang dilakukan oleh Tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu KKP untuk mencukupi kebutuhan benih gurame di Provinsi Sulawesi Utara.

Cegah Penyakit EMS, KKP Intensif Lakukan Sosialisasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata