logo


Polisi Imbau Tak Ada Aksi karena Khawatir Jadi Target Teroris, BPN: Menebar Ketertakutan

Beberapa terduga teroris yang ditangkap sudah merencanakan penyerangan saat pengumuman oleh KPU berlangsung

18 Mei 2019 10:03 WIB

Dahnil
Dahnil INSTAGRAM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi meminta tidak ada massa yang turun ke jalan pada 22 Mei 2019 karena ditakutkan menjadi target teroris. Hal tersebut disampaikan setelah tertangkapnya beberapa terduga teroris dan diketahui ada rencana melakukan penyerangan saat pengumuman KPU.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut imbauan dari polisi tersebut hanyalah untuk menebar narasi ketakutan. Menurutnya, hal itu pernah digunakan polisi untuk meredam aksi 411 dan 212.

"Ini narasi menebar ketertakutan, dan teror. Hal yang sama juga dilakukan oleh kepolisian ketika aksi 411, 212 dulu. Jadi ini narasi yang berulang-ulang. Narasi teroris politik," kata Dahnil seperti diberitakan kumparan, Sabtu (18/5).


Wow! Hasil Rekapitulasi Suara di DKI Jakarta Ternyata Mirip dengan...

"Di satu sisi pemerintah menuduh bahwa aksi-aksi 212 dulu, dan aksi-aksi massa yang tidak percaya dengan pemerintah ditunggangi terorisme, tapi di sisi lain aksi itu akan menjadi target teroris. Lucu memang," imbuhnya.

Sebelumnya, Mabes Polri mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke jalan pada pengumuman resmi KPU 22 Mei 2019 mendatang. Imbauan itu muncul setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap sejumlah terduga teroris dalam beberapa bulan belakangan ini. Beberapa terduga teroris disebut sudah merencanakan penyerangan saat pengumuman oleh KPU berlangsung.

Mengejutkan! 5 Provinsi Ini Alami Perubahan "Ekstrem"! Beda Banget dengan Tahun 2014...

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata