logo


Kemenperin Fokus Urus Generasi Milenial Kembangkan Ekonomi Digital

Menperin: milenial harus kuasai bahasa Inggris, coding, dan statistik

17 Mei 2019 16:03 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. dok. Kemenperin

AKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0. Program berupa reskilling (pelatihan kemampuan baru) dan upskilling (peningkatan kemampuan) menjadi kunci pengembangan SDM yang berkualitas dalam mengimplementasikan ekonomi digital.

“Karena itu, pemerintah fokus memacu agar anak-anak muda yang termasuk generasi milenial di Tanah Air paham terhadap dunia digital,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (17/5).

Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Artinya, sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.


Petuah Sri Mulyani untuk ASN: Negara yang Efisien Adalah Rakyatnya yang Pasti…

“Jadi reskilling dan upskilling itu diperlukan karena digitalisasi ekonomi membutuhkan skill set yang berbeda dengan ekonomi sebelumnya. Jadi, anak-anak muda kita perlu paham atau literasi terhadap dunia digital,” jelasnya.

Dalam menyongsong era industri digital, pemerintah juga menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai USD100 miliar dan total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar.

“Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” ungkapnya.

Kemenperin Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp 2,3 Triliun

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman