logo


Mantap! Uni Eropa Akui Kemajuan Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia

UE pun mendorong agar petani lebih banyak dilibatkan dalam skema ISPO

17 Mei 2019 03:49 WIB

Wakil Delegasi Uni Eropa (UE) di Jakarta, wakil Kedutaan Besar Belanda, Belgia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Spanyol, dan Swedia, serta FAO Representative untuk Indonesia menyaksikan proses pengolahan dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia di Provinsi Riau pada 8-9 Mei 2019. Lokasi kunjungan adalah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan milik Asosiasi Kelompok Tani Swadaya (ATKS) Amanah dan PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V).
Wakil Delegasi Uni Eropa (UE) di Jakarta, wakil Kedutaan Besar Belanda, Belgia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Spanyol, dan Swedia, serta FAO Representative untuk Indonesia menyaksikan proses pengolahan dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia di Provinsi Riau pada 8-9 Mei 2019. Lokasi kunjungan adalah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan milik Asosiasi Kelompok Tani Swadaya (ATKS) Amanah dan PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V). kemlu

RIAU, JITUNEWS.COM - Wakil Delegasi Uni Eropa (UE) di Jakarta, wakil Kedutaan Besar Belanda, Belgia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Spanyol, dan Swedia, serta FAO Representative untuk Indonesia menyaksikan proses pengolahan dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia di Provinsi Riau pada 8-9 Mei 2019 lalu.

Lokasi kunjungan adalah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan milik Asosiasi Kelompok Tani Swadaya (ATKS) Amanah dan PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V).

Program kunjungan ke kebun kelapa sawit berkelanjutan bertujuan mempertemukan pemangku kepentingan kelapa sawit berkelanjutan dari Indonesia dan UE.


Dalam Forum PBB, Menlu Retno: Percayalah, Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

Kunjungan perwakilan UE ke Riau, yang difasilitasi oleh Direktorat Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa (KSIA Amerop), merupakan pelaksanaan Proyek Prioritas Nasional (ProPN) melalui program Diplomasi Ekonomi menuju Pengakuan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di UE.

Para peserta bertemu dan berdiskusi dengan wakil petani swadaya dan plasma dari Asosiasi Kelompok Tani Swadaya Amanah, KUD Bukit Potalo, KUD Dayo Mukti, dan KUD Tani Sejahtera; dengan wakil pembuat kebijakan, yaitu Kementerian Pertanian, Komisi ISPO, Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten; dengan wakil pelaku usaha, yaitu Asian Agri dan PTPN V, Unilever; serta dengan wakil lembaga swadaya masyarakat yaitu UNDP Indonesia dan World Resource Institute (WRI) Indonesia.

Diskusi tersebut diharapkan mampu menjembatani perbedaan pemahaman kedua pihak mengenai ISPO. Selain itu, program kunjungan dirancang untuk mengajak perwakilan UE untuk menyaksikan langsung bagaimana petani kecil Indonesia dapat memenuhi standar sustainability berdasarkan ISPO

Para petani berbagi pengalaman terkait sistem pemupukan dan penggunaan penumpas hama alami sesuai ISPO yang berhasil mendorong peningkatan produksi dan penghasilan para petani.

Mereka menilai bahwa ISPO telah membantu mengentaskan mereka dari kemiskinan, seperti melalui pendampingan bagi peningkatan kapasitas petani dan penghapusan perantara (middlemen) dalam penjualan hasil panen kelapa sawit mereka.

Sejalan dengan para petani, Kepala Sekretariat Komisi ISPO, Azis Hidayat, berpandangan bahwa UE pun mendorong agar petani lebih banyak dilibatkan dalam skema ISPO, karena perkebunan sawit di Indonesia merupakan bagian penting dari ekonomi kerakyatan.

Salah satu pendamping petani dalam memperoleh ISPO, UNDP Indonesia, menyatakan bahwa UNDP bersama Asian Agri mendampingi ATKS Amanah dan KUD Bukit Potalo karena para petani juga memahami pentingnya prinsip keberlanjutan dalam produksi kelapa sawit.

Untuk mendukung peningkatan produksi petani kelapa sawit, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian menyatakan bahwa penguatan ISPO melalui penerbitan peraturan di tingkat presiden akan mampu meningkatkan hasil produksi kelapa sawit berkelanjutan Indonesia, antara lain melalui bantuan replanting bagi para petani.

Perwakilan UE mengakui bahwa Indonesia telah mencapai banyak kemajuan dalam pengelolaan produksi kelapa sawit berkelanjutan, dan kemajuan tersebut perlu terus dipertahankan pada puluhan tahun mendatang.

Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, Masni Eriza, berharap, UE dan Indonesia dapat membahas lebih dalam tentang upaya bersama untuk menyempurnakan ISPO, sehingga ISPO dapat diterima di semua negara UE yang membeli minyak sawit dari Indonesia.

Menlu RI Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB: Mayor Asal Indonesia Jadi Inspirasi

Halaman: 
Penulis : Riana