logo


AHY Minta Tunggu Pengumuman Resmi KPU, Andi Arief: Dia Dibully dan Dituduh Pengkhianat

Andi menyebut AHY dibully karena mengajak hidup benar

16 Mei 2019 19:29 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @AndiArief_

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta capres 02 Prabowo Subianto untuk menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU pada 22 Mei mendatang.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut AHY adalah orang pertama yang meminta semua pihak untuk menunggu pengumuman resmi dari KPU. Andi menyebut AHY bahkan dituduh sebagai pengkhianat.

"Di saat 02 klaim menang 62 persen dan kini versi revisi 54 persen dan 01 dinyatakan menang oleh quick count, AHY adalah orang yang pertama yg menyatakan sebaiknya semua pihak menunggu 22 Mei. Dia dibully dan dituduh pengkhianat, hanya karena mengajak hidup benar," ujar Andi lewat akun Twitternya @AndiArief_, Kamis (16/5).


Hasil Rekapitulasi Suara di 27 Provinsi, Prabowo-Sandiaga Uno Unggul...

Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku, sudah sejak awal menyampaikan kepada Prabowo Subianto untuk menunggu hasil penghitungan suara yang resmi dari KPU.

"Sudah kami sampaikan sejak awal, Partai Demokrat akan menggunakan cara-cara yang konstitusional. Termasuk dalam kompetisi politik," ujar AHY usai pertemuan bertajuk 'Silaturahmi Bogor untuk Indonesia' di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5).

"Mudah-mudahan proses rekapitulasi ini terbuka, akuntabel, transparan, jujur dan juga demokratis sehingga ketika nanti keluar hasilnya semuanya bisa menerima dengan baik," kata AHY.

TKN Sebut Kubu Prabowo-Sandi Pengecut, "Kalian Hanya Manipulasi Rakyat"

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata