logo


Petuah Sri Mulyani untuk ASN: Negara yang Efisien Adalah Rakyatnya yang Pasti…

Diharapkan, dengan selalu terhubung dengan teknologi, perubahan mindset akan lebih mudah dan cepat terinternalisasi dalam pekerjaan sehari-hari.

16 Mei 2019 16:28 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara pada One Hour University dengan tema dengan tema “Menakar kesiapan ASN dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0 dan Transformasi Leadership di Era Disrupsi” di ruang Sarulla, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (15/5).
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara pada One Hour University dengan tema dengan tema “Menakar kesiapan ASN dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0 dan Transformasi Leadership di Era Disrupsi” di ruang Sarulla, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (15/5). Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus merubah mindset dan perilaku agar bisa beradaptasi dengan revolusi Industri 4.0.

Beberapa caranya adalah mempelajari, memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang terus berkembang dengan cepat. Diharapkan, dengan selalu terhubung dengan teknologi, perubahan mindset akan lebih mudah dan cepat terinternalisasi dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Menkeu pada saat menjadi pembicara pada One Hour University dengan tema dengan tema “Menakar kesiapan ASN dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0 dan Transformasi Leadership di Era Disrupsi” di ruang Sarulla, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (15/5).


Kata Kemenkeu, THR ‘Terancam’ Tidak Cair 24 Mei, Jika…

“This digital economy dan industrial 4.0 memberikan banyak opportunity (kesempatan). Poinnya adalah negara yang efisien adalah rakyatnya yang pasti punya banyak ide. Dia bisa menterjemahkan ide tersebut menjadi realita dengan effort yang sekecil mungkin, dengan beban yang sekecil mungkin. Makanya, munculnya Google, Facebook itu ada di negara yang seperti itu,” kata Menkeu.

Namun demikian, Menkeu melihat banyak birokrat atau ASN yang tidak terhubung dengan tuntutan inovasi. Hal ini mengakibatkan teknologi yang cepat berubah dan berkembang pesat untuk mendukung terwujudnya ide-ide brilian namun terhambat antara lain karena birokrasi yang berbelit-belit dan tumpang tindih (misalnya dalam perijinan), maka Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan negara lain.

“Ini pesan yang luar biasa penting untuk kita semua sebagai ASN. Karena kita intentionally (sengaja) atau unintentionally (tidak sengaja) sering menjadi institusi yang banyak menciptakan hurdle (halangan) itu. Sehingga artinya ide yang baik itu, mati di tengah jalan atau bahkan baru lahirpun langsung aborted. Itu betapa kita menjadi institusi yang menentukan bisa maju atau tidak,” tegas Menkeu menunjukkan pentingnya perubahan mindset ASN dalam mendukung dan memanfaatkan perubahan teknologi dalam mendukung tumbuhnya industri dan para pengusaha baru di Indonesia dan masyarakat umum.

Selanjutnya, Menkeu meminta yang hadir terutama para ASN ESDM untuk memanfaatkan dan menginternalisasi teknologi yang ada di kehidupan sehari-hari. Mentalitas seperti ini harus diinternalisasikan ke pekerjaan sehari-hari untuk lebih efektif, efisien dan produktif dalam mendukung pertumbuhan industri berbasis teknologi.

Apabila ASN dan banyak pihak tidak dapat mempunyai “mindset” teknologi, digital, big data dan kekinian maka Indonesia dikhawatirkan tidak mampu bergerak dari negara emerging menjadi negara maju.

Senada dengan Menkeu, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menegaskan, revolusi industri tidak bisa dihindari.

Either you disrupt yourself or you get disrupted,” kata Wamen ESDM menunjukkan revolusi 4.0 adalah fenomena yang tidak bisa dihindari.

Hanya dengan adaptasi yang cepat, sambung Arcandra, individu dan bangsa dapat terus bertahan dan mampu berkompetisi.

Menkeu: B20 Belum Mampu Menutup Lubang Impor di Sektor Migas yang Begitu Besar

Halaman: 
Penulis : Riana