logo


Sering Dianggap Ketinggalan Zaman, Kemenkop UKM Siap Lakukan Rebranding Koperasi

“Rebranding kepada masyarakat, yakni koperasi memiliki potensi untuk menjadi crowd business"

16 Mei 2019 12:30 WIB

Plt Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan
Plt Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan Jitunews/Khairul Anwar

Adapun KSP Sejahtera Bersama, yang berkantor pusat di jalan Pajaran Bogor, memiliki omzet Rp 2,5 triliun dengan jumlah anggota 200 ribu orang dan 104 cabang di berbagai kota.

“Kalau memiliki omzet triliunan itu sudah setara dengan perusahaan besar. Jadi saat ini sudah banyak sekali koperasi yang besar-besar,” kata Rully.

Arief Poyuono Serukan Tolak Bayar Pajak, BPN Bilang, "Kurangilah Pernyataan-pernyataan Gak Penting Itu"


Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng 3 Perguruan Tinggi untuk...

Rully menegaskan pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melakukan rebranding koperasi agar koperasi semakin dikenal oleh semua kalangan.

“Kita juga melakukan rebranding koperasi, dimana isunya disesuaikan dengan kekinian maupun perilaku kehidupan generasi milenial,” tambahnya.

Dia menjelaskan Rebranding koperasi menyasar tiga kelompok, kalangan muda, perempuan dan masyarakat. Kepada kalangan anak muda,  dikampanyekan koperasi sebagai wadah yang cocok bagi berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan, sehingga dapat menjadi co-working place bagi generasi muda millenial dimana terjadi sharing economy diantara anggotanya secara langsung.

Prabowo Pilih People Power Dibanding Gugatan ke MK, Fadli Zon Bilang, "MK Itu Nggak Ada Gunanya"

Bagi perempuan, koperasi mampu menciptakan efisiensi kolektif diantara anggota, sehingga kebutuhan yang sama diantara mereka dapar dipenuhi lebih murah, cepat dan berkualitas.

“Rebranding kepada masyarakat, yakni koperasi memiliki potensi untuk menjadi crowd business sehingga adaptasi teknologi informasi dapat menjadi efektif untuk menjangkau pasarnya. Pasar yang dimaksud adalah anggota yang menjadi pelanggan sekaligus pemilik,” pungkasnya.

Kemendesa: Infrastruktur Sangat Penting untuk Kemajuan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata