logo


Sering Dianggap Ketinggalan Zaman, Kemenkop UKM Siap Lakukan Rebranding Koperasi

“Rebranding kepada masyarakat, yakni koperasi memiliki potensi untuk menjadi crowd business"

16 Mei 2019 12:30 WIB

Plt Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan
Plt Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan menyebut anggapan sebagian orang bahwa koperasi berskala ekonomi kecil, hanya hidup di pedesaan dan ketinggalan zaman adalah pandangan yang salah.

“Koperasi kini telah mengalami perubahan menjadi entitas ekonomi berskala besar, berkembang dengan teknologi maju dan banyak melibatkan kalangan muda,” ujar Rully saat memberikan kuliah umum di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (15/5).

TKN ke Prabowo-Sandi, "Seharusnya Malu Kepada Rakyat"


Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng 3 Perguruan Tinggi untuk...

Rully mengatakan koperasi bukan wadah usaha yang ketinggalan zaman, lembaga ini mampu beradaptasi dengan perubahan. Sebab koperasi selalu harus mampu bersaing dengan entitas usaha lainnya sehingga saat ini mudah menemukan koperasi yang dalam pelayanannya berbasis digital.

Ia menunjuk contoh dua koperasi besar yang pengurusnya hadir dalam kuliah umum tersebut, yakni Ketua Credit Union (CU) Sauan Sibarrung, Tana Toraja Sulawesi Selatan, Fredy Rante Taruk dan Ketua KSP Sejahtera Bersama, Bogor Iwan Setiawan.

“Ini buktinya saya bawa, dua koperasi besar yang berbasis digital, CU Sauan Sibarrung kini sudah memiliki 34 ribu anggota dengan omzet lebih dari Rp 400 miliar. Ketua koperasinya Pak Fredy, juga lulusan doktor di Universitas Triksakti yang penuh dengan sejarah ini,” kata Rully.

Kemendesa: Infrastruktur Sangat Penting untuk Kemajuan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata