logo


KPK Sebut Ada Dugaan Korupsi Sistem Pemilihan Rektor di Dua Kementerian Ini

Menurut Laode, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti laporan-laporan seperti itu.

16 Mei 2019 09:36 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief, membeberkan, pihaknya menerima banyak laporan adanya dugaan korupsi sistem pemilihan rektor di perguruan tinggi. Saat ini, KPK sedang menelusuri unsur korupsi tersebut.

"Jadi KPK memang perlu diklarifikasi lagi tetapi banyak mendapatkan laporan bahwa sistem pemilihan rektor itu mempunyai potensi-potensi korupsi seperti itu," kata Laode, saat menghadiri kegiatan di Gedung KPK lama, Kavling C1, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Menurut Laode, potensi adanya dugaan korupsi dalam sistem pemilihan rektor di perguruan tinggi tersebut baik di bawah naungan Kementeriaan Agama (Kemenag) maupun Kementeriaan Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).


KPK Diminta Tak Ragu Tetapkan Status Tersangka pada Dua Menteri Ini

"‎Dua-duanya baik itu kemendikti maupun Kementerian Agama ada. Jadi karena ada kalau di Kemendikti itu kan ada kuota yang diberikan kepada Menteri itu kan suaranya berapa persen 30 persen itu biasanya bisa disalahgunakan," bebernya.

Menurut Laode, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti laporan-laporan seperti itu. Di sisi lain, kata dia, KPK melakukan sejumlah langkah pencegahan, seperti pengendalian konflik kepentingan di perguruan tinggi.

Selain itu, KPK juga menyoroti perbaikan sistem penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi dan masalah lainnya. Saat ini KPK sedang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan perbaikan tata kelola kampus berjalan dengan baik.

Laode berharap, seluruh pihak di perguruan tinggi bisa melaporkan ke KPK apabila menemukan potensi korupsi di kampus.

"Kami sangat berharap kalau ada kejadian yang mereka alami, baik pengadaan barang maupun conflict of interest yang di perguruan tinggi, dilaporkan ke kami," tuntasnya.

Diperiksa KPK, Begini Respon Sekjen Kemenag Saat Ditanya Peran Menteri Agama Terkait Kasus Romahurmuziy

Halaman: 
Penulis : Riana