logo


Lebaran 2019, Angkutan Barang Ekspor Impor Wajib Pakai Stiker

Stiker ini terdapat QR Code yang berisi identitas kendaraan seperti plat nomor kendaraan dan nomor rangka.

15 Mei 2019 20:39 WIB

Ilustrasi ekspor.
Ilustrasi ekspor. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan melakukan pembatasan operasional pada angkutan barang.

Untuk arus mudik, khusus untuk mengatur kendaraan yang mengangkut barang ekspor-impor tidak terkena larangan melintas pada 31 Mei- 2 Juni atau tiga hari mendatang, namun dikenakan ketentuan untuk memasang stiker.

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, mengatakan, stiker ini terdapat QR Code yang berisi identitas kendaraan seperti plat nomor kendaraan dan nomor rangka.


Kemenhub-PLN Teken MoU Penyediaan Listrik Pelabuhan Patimban

“Yang kita prioritaskan saat mudik nanti memang pergerakan orang sehingga angkutan barang dibatasi namun untuk menjaga stabilitas ekonomi maka kendaraan ekspor dan impor tentu tidak dapat dibatalkan pengirimannya sehingga kami berikan perlakuan khusus tersebut,” tuturnya dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Ahmad Yani menambahkan, baik dari Organda maupun Aptrindo akan menyerahkan jumlah kendaraan ekspor-impor yang akan melintas saat pembatasan angkutan barang tersebut. Data tersebut akan diserahkan kepada Kemenhub dan kemudian stikernya akan diproses sesuai jumlah tersebut.

“Dari Organda untuk sementara akan ada 100 kendaraan angkutan barang sementara Aptrindo sebanyak 5.000 kendaraan,” imbuh Ahmad Yani.

Sementara itu, Kasubdit Wal & PJR Ditgakkum Korlantas Polri, Bambang Sentot Widodo, menyatakan, fokus pengawasan akan disesuaikan dengan ruas yang dibatasi. Sebab, arus mudik dan balik fokus di Cikampek, Cipali dan semua ruas jalan yang dilakukan pembatasan.

“Untuk pengawasan dan penanganan kendaraan yang bandel nanti akan diberhentikan dan dikeluarkan jika tidak dapat menunjukkan stikernya. Tindakan terakhirnya akan ditilang kalau tidak bisa membuktikan apapun,” tukas Bambang.

Bambang juga menyatakan dukungannya atas diberlakukannya ketentuan penggunaan stiker ini. Pada tahun lalu memang tidak pakai stiker tapi pakai kertas yang ditempel di kaca kendaraan, sehingga menyulitkan para anggota untuk mengidentifikasi.

“Selain itu tahun lalu ada dugaan beberapa duplikasi kertas tersebut. Kami akan siapkan dua minggu sebelum tanggal 31 sebelum pembatasan angkutan barang tersebut diberlakukan,” tuntasnya.

Kemenhub Lakukan Penyesuaian Tarif Batas Atas Pesawat Kelas Ekonomi Jenis Jet

Halaman: 
Penulis : Riana