logo


Trafik Penerbangan di Cengkareng Turun, Imbas Harga Tiket Pesawat Mahal?

Saat ini trafik penerbangan hanya mencapai 850

15 Mei 2019 11:12 WIB

Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia.
Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia. Shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mahalnya harga tiket pesawat mungkin menjadi salah satu penyebab turunnya trafik penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pada saat ini, trafik penerbangan di Cengkareng turun sebesar 15 persen. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto di Jakarta, Selasa (14/6).

Novie mengatakan, biasanya AirNav Indonesia melayani 1.000 hingga 1.100 penerbangan per harinya di Cengkareng, namun saat ini trafik penerbangan hanya mencapai 850.

"Data kami di Soekarno-Hatta-Hatta yang biasanya 1.000-1.100 (trafik penerbangan) per hari untuk saat ini turun sekitar 15 persen," ujar Novie.


Kemenhub Lakukan Penyesuaian Tarif Batas Atas Pesawat Kelas Ekonomi Jenis Jet

Padahal tahun sebelumnya, jumlah penerbangan baik yang datang maupun pergi tidak pernah turun. Hal ini terjadi bersamaan dengan naiknya harga tiket pesawat yang banyak diprotes publik.

"Tahun lalu itu enggak pernah turun tetapi naik terus," imbuhnya.

Sementara itu, untuk peak season pada arus mudik nanti, Airnav Indonesia mengaku telah menerima permintaan 1.336 penerbangan tambahan atau extra flight rute domestik dan 44 rute internasional pada periode tersebut.

"Untuk extra flight, sampai detik ini domestik 1.336 dari 6 maskapai. Internasional 44 slot dari 3 maskapai," kata Novie Riyanto.

Sebut Tugas Presiden Lebih Berat dari Harga Tiket Pesawat, Demokrat: Foto, Gunting Pita, dan Ngetwit

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan