logo


Prabowo Umumkan Dugaan Kecurangan Pemilu, Ketua DPR: Terlalu Prematur ...

Sore ini, Prabowo Subianto beserta BPN akan memaparkan dugaan kecurangan di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat.

14 Mei 2019 15:04 WIB

Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo. twitter @DPR_RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sore ini, Prabowo Subianto beserta BPN akan memaparkan dugaan kecurangan di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat.

Dugaan kecurangan ini pun tak main main, Sandiaga sendiri menilai bahwa ada jutaan suara yang tidak jelas. Untuk itu BPN akan membuka data mengenai kecurangan yang terjadi.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai hal ini terlalu prematur untuk disampaikan ke publik. Dia menilai, harusnya dugaan kecurangan itu disampaikan setelah 22 Mei. Atau setelah KPU memastikan siapa pemenang Pilpres 2019.


Puan Maharani Didorong Jadi Ketua DPR, Bamsoet: Berkompeten

Baca juga: Sering Diam, Akhirnya Sandiaga Akan Buka Data Dugaan Kecurangan Pemilu Hari Ini

"Menurut saya terlalu dini atau prematur kalau BPN menyampaikan berbagai kecurangan, karena pengumuman (pemenang pemilu) saja belum dilaksanakan," ujar politikus yang akrab disapa Bamsoet itu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, dikutip dari merdeka.com, Selasa (14/5).

Bamsoet mengatakan, sudah ada jalur untuk menyelesaikan sengketa Pemilu melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Bamsoet menghargai langkah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, tidak membawa masalah ini melalui aksi turun ke jalan.

"Dari sisi yang lain saya melihat ada kemajuan, tidak harus diselesaikan di jalanan, artinya BPN telah mengambil langkah yang tepat, dan nanti sampaikan setelah pengumuman di MK, dan tidak people power," jelasnya.

Pada acara tersebut, Prabowo mengundang duta besar negara sahabat. Menurut Bamsoet tak perlu ada kekhawatiran berlebihan terkait pandangan negara asing. Kata dia, DPR sudah mengundang parlemen negara sahabat dan pengamat internasional untuk memantau Pemilu.

"Bagaimana jalannya pesta demokrasi di Indonesia ini yang demikian rumit tapi berjalan aman, tertib dan damai, dan demokratis, tidak ada tekanan, tidak ada paksaan dan kita sudah dapat pujian internasional, jadi tidak ada yang dikhawatirkan," ujarnya.

Data Suara Masuk 81,4 Persen, Prabowo-Sandi Alami Kenaikan Persentase Suara Tercepat! Saat Ini...

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu