logo


Harga Cabai Anjlok, Kementan 'Gercep' Bantu Petani Tuban

Kementan akan mengambil langkah cepat untuk mencegah kerugian petani sekaligus memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

14 Mei 2019 11:24 WIB

Petani memanen cabai merah.
Petani memanen cabai merah. Istimewa

Gerakan serupa juga turut diambil oleh pelaku industri cabai. Beberapa perusahaan yang sudah melakukan komunikasi dengan Gapoktan cabai dan berkomitmen melakukan pembelian adalah PT. Wings Food, PT. Lumbung Pangan Mineral, dan PT. Bumi Tirta Margo yang berlokasi di Surabaya.

Sementara itu, Perum Bulog Subdivre Bojonegoro ikut berkomitmen untuk membeli dan mengamankan harga cabai di petani. mereka akan menjajaki peluang pasar dan akan bekerja sama dengan subdivre lain di wilayah Jawa Timur untuk menyerap cabai petani.

Tak tinggal diam, Pemda Tuban juga turut turun tangan untuk menjaga harga cabai petani. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan mengusulkan Peraturan atau Instruksi Bupati untuk mewajibkan ASN, Pegawai BUMN, BUMD utk membeli cabe langsung dari petani dengan harga yang sudah disepakati.


Mentan Operasi Pasar Pangan Murah dan Blacklist 56 Importir Bawang Putih Nakal

"Sekarang ini sudah ada PERDA yang mewajibkan ASN membeli beras produk petani. Kami akan tambahkan lagi, ASN wajib membeli cabe petani dengan harga diatas rata-rata yang dibeli pedagang,” tandas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab, saat dikonfirmasi membenarkan saat ini beberapa sentra produksi cabai di Jawa sedang memasuki panen raya.

“Satu sisi masyarakat terbantu karena pasokan di bulan puasa dan Idul Fitri nanti melimpah. Namun di sisi lain kita tidak mau petani rugi. Kami bertindak cepat membantu petani agar harga tidak terlalu murah,” kata Ismail.

Lebih jauh Ismail mengimbau petani untuk ke depannya agar menerapkan budidaya yang baik dan ramah lingkungan. Ia menyebutkan bahwa permasalahan sebenarnya bersumber dari biaya produksi yang masih tinggi dan kualitas produksi yang kurang baik

“Ongkos produksi sebisa mungkin ditekan agar efisien. Kualitas produk akan terjaga sejak di pertanaman kalau petani mau menerapkan budidaya ramah lingkungan. Jadi nanti petani senang, konsumen pun tenang. Produksi panenan bagus, harga terjangkau," tegasnya.

Di Jepang, Mentan Ajak Forum G20 Perhatikan Petani Kecil dan Generasi Muda

Halaman: 
Penulis : Riana