logo


Harga Cabai Anjlok, Kementan 'Gercep' Bantu Petani Tuban

Kementan akan mengambil langkah cepat untuk mencegah kerugian petani sekaligus memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

14 Mei 2019 11:24 WIB

Petani memanen cabai merah.
Petani memanen cabai merah. Istimewa

TUBAN, JITUNEWS.COM - Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan dilaporkan anjlok.

Merespon kondisi tersebut, tim Kementerian Pertanian (Kementan) yang terdiri dari Direktorat Jenderal Hortikultura dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) bergerak cepat turun ke lapangan membeli cabai dari petani dengan harga Rp 8.000 per kilogram, lebih mahal dibandingkan harga beli oleh tengkulak.

“Hari ini tim kami langsung terjun ke Tuban. Kita klarifikasi dan cari solusi konkrit bersama-sama. Kami juga ajak beberapa mitra swasta dan Toko Tani Indonesia untuk langsung menyerap panenan rawit merah di Tuban dengan harga yang layak Jadi petani tidak mengalami kerugian. Kita bantu jual dengan harga sepantasnya," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengunjungi Gapoktan Ngandong, Desa Ngandong Kecamatan Grabagan, pada Minggu (12/5) lalu.


Mentan Operasi Pasar Pangan Murah dan Blacklist 56 Importir Bawang Putih Nakal

Berdasarkan laporan petugas pencatat harga, pada Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) jatuh berada di kisaran 4.500 per kilogram dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500 per kilogram dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000 per kilogram.

Turunnya harga cabai di tingkat petani tak lepas dari hasil panen cabai yang melimpah ruah. Kondisi tersebut sayangnya dimanfaatkan oknum pedagang yang membeli cabai petani dengan harga sangat rendah.

Suiswanto, petani cabai asal Grabagan, mengaku prihatin dengan turunnya harga cabai saat panen raya bulan ini. Apalagi panen rawit merah saat ini sangat banyak.

“Harga cuma Rp 4.000-an di tingkat petani untuk grade campuran, tidak disortir. Kalo grade A atau B yang sudah di sortir harganya antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per kilonya," ujar Suiswanto.

Menurut Suiswanto, alasan pedagang menghargai hanya senilai Rp 4.000-an karena cabai masih bercampur dengan buah yang rusak atau terkena patek.

“Jadi pengepul cuma berani segitu tadi,” jelasnya.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahahan Pangan (BKP), Risfaheri, yang turut hadir dalam kunjungan lapangan ini memastikan Kementan akan mengambil langkah cepat untuk mencegah kerugian petani sekaligus memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

Kementan turut menggandeng Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Kasie Pengadaan Bulog Subdivre Bojonegoro, serta Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) binaan BKP Kementan dari Kabupaten Gresik.

Dalam kunjungan lapangan ini, Tim Kementan dan para kelompok pemangku kepentingan menyepakati bahwa pembelian cabai baik cabai rawit merah maupun cabai merah keriting sebesar Rp 8.000 per kilogram.

“BKP melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) menyerap sebanyak 10 ton, terdiri dari 7 ton cabai merah keriting dan 3 ton cabai rawit merah,” terang Risfaheri.

Langkah Kementan ini diikuti oleh sejumlah pihak lainnya. Gapoktan PUPM Cabai binaan BKP dari Kabupaten Gresik yaitu Gapoktan Pengalengan dan Gapoktan Tenaru juga melakukan pembelian cabai masing-masing 2 kuintal. Pembelian akan terus dilanjutkan setelah penjajakan pasar.

Di Jepang, Mentan Ajak Forum G20 Perhatikan Petani Kecil dan Generasi Muda

Halaman: 
Penulis : Riana