logo


Diperiksa KPK, Begini Respon Sekjen Kemenag Saat Ditanya Peran Menteri Agama Terkait Kasus Romahurmuziy

Nur Kholis membantah tegas soal adanya manipulasi dokumen terkait seleksi jabatan di Kemenag itu.

14 Mei 2019 11:11 WIB

Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan,
Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan, Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan, sebagai saksi untuk dua tersangka Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS) dalam penyidikan kasus suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019.

"Ya, terkait panitia seleksi, kemarin hari Selasa 7 Mei, kami semua kan juga dipanggil, saya, kemudian sekretaris pansel, juga anggota pansel dipanggil memberikan keterangan kemudian rupanya ada yang perlu dikonfirmasi, saya dipanggil hari ini (kemarin, red)," kata Nur Kholis, usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Nur Kholis membantah tegas soal adanya manipulasi dokumen terkait seleksi jabatan di Kemenag itu.


Menteri Agama: Uang Rp 10 Juta Sudah Saya Serahkan ke KPK

"Nggak ada manipulasi dokumen," tegasnya.

Ia pun mengaku, dalam pemeriksaannya itu tidak dikonfirmasi oleh penyidik KPK soal peranan dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, maupun Romahurmuziy.

"Tidak, dalam BAP saya yang sebelumnya dikonfirmasi dengan BAP dari panitia-panitia pelaksana karena kan ada dua ranah yang berbeda antara panitia seleksi dengan panitia pelaksana," ucap Nur Kholis.

Ia pun enggan menjelaskan lebih lanjut saat dikonfirmasi sejauh mana peran dari Menteri Agama dalam seleksi jabatan tersebut.

"Itu ranahnya penyidik KPK lah. Kalau pansel ini kan memang pekerjaannya sesuai SOP-nya menyajikan hasil kemudian wewenang untuk memilih sepenuhnya ada di pimpinan (Menag)," pungkasnya.

Lukman Hakim Diperiksa KPK, Begini 'Pembelaan' Kemenag

Halaman: 
Penulis : Riana