logo


Banyak Tokoh Pendukung 02 Dipolisikan, Sandiaga Bilang, "Jangan Takut..."

"Perubahan pandangan itu dianggap sebagai ancaman, mengkritik itu untuk sesuatu yang lebih dianggap sebagai makar"

14 Mei 2019 11:09 WIB

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno VIVA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyaknya tokoh pendukung Prabowo-Sandi yang dipolisikan atas dugaan makar membuat cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunggah sebuah video di Twitternya (13/5) yang mengkritisi soal kebebasan berpendapat.

Ia mengatakan saat ini memberikan kritik, memberikan pendapat yang berbeda sudah tidak boleh lagi dilakukan.

Baca Juga: Menko Puan Akan Impor Guru, Anang Hermansyah Bilang, "Akan Mencederai Perasaan Guru Indonesia"


Imbau Relawan Millenial 02, Sandi Bilang, "Nantinya yang Berkuasa Orang-orang Jahat...."

Rizieq Shihab Dituduh Pengacau Bangsa, FPI Bilang, "Biasa yang Kayak Begitu, Penjajah..."

"Perubahan pandangan itu dianggap sebagai ancaman, mengkritik itu untuk sesuatu yang lebih dianggap sebagai makar, tidak ada lagi ruang untuk kita memberikan kritik, memberikan suatu pendapat yang berbeda tidak boleh lagi, turun ke jalan gak boleh lagi," ucap Sandi dalam video berdurasi 58 detik.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada generasi muda agar kondisi tersebut tidak berlanjut-lanjut.

"Nah in anak-anak muda tidak boleh memberikan keadaan seperti ini untuk berlanjut, karena dimana-mana harus ada perbedaan pendapat dan perbedaan pendapat itu dijamin undang-undang, negeri-negeri yang maju memberikan ruang kepada perbedaan pendapat, memberikan ruang kepada inovasi dan kepada kritik. Kritik itu sebagai vitamn kita untuk maju," imbuhnya.

Diduga Meninggalnya Petugas KPPS Karena Diracun, JK BIlang, "Itu Berlebihan Saya Kira, Apa Untungnya?

"Kita kedepan, Bang Ssandi mesti kedepankan kolaborasi, jadi saya selalu bilang jangan takut apa yang disuarakan itu akan berujung kepada konflik, karena anak-anak muda itu jauh lebih dewasa, anak-anak muda bisa mengelola perbedaan pendapat tersebut menjadi kolaborasi," tandasnya.

Bela Pendukungnya dalam Kasus Makar, Sandi Bilang, "Semua Berkeinginan Positif, Optimis..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata