logo


Menko Puan Akan Impor Guru, Anang Hermansyah Bilang, "Akan Mencederai Perasaan Guru Indonesia"

“Mengundang guru asing ke tanah air akan menciderai perasaan guru Indonesia"

14 Mei 2019 10:52 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah.
Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang akan mengundang guru dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia mendapat tanggapan dari Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah.

Menurutnya mendatangkan pengajar dari luar negeri atau guru asing telah diatur didalam Pasal 27 UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang berbunyi ‘Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi kode etik guru dan peraturan perundang-undangan’.

Baca Juga: Rizieq Shihab Dituduh Pengacau Bangsa, FPI Bilang, "Biasa yang Kayak Begitu, Penjajah..."


Anang Hermansyah Tolak Rencana Pemerintah untuk Terapkan UU Terorisme Bagi Pelaku Hoaks

Diduga Meninggalnya Petugas KPPS Karena Diracun, JK BIlang, "Itu Berlebihan Saya Kira, Apa Untungnya?

“Artinya, secara legal, tidak ada soal mendatangkan guru asing ke Indonesia,” ujar Anang di Jakarta, Selasa (14/5).

Namun, kata Anang, jika wacana itu dimunculkan saat ini, tentu ini akan membuat kegaduhan baru di tengah masyarakat. Dan publik langsung akan teringat terkait persoalan guru honorer, yang memang menjadi masalah krusial kita saat ini.

Baca Juga: Cuma di Negara Ini Film Avengers: Endgame Gagal Puncaki Daftar Film Terlaris

“Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan jumlah guru honorer se Indonesia sebanyak 1,5 juta orang yang terdiri dari guru bukan PNS di sekolah negeri 735 ribu. Masalah tersebut baiknya diutamakan untuk diselesaikan daripada mewacanakan mendatangkan guru asing ke Indonesia,” tuturnya.

Akui Capek dan Putuskan Mundur dari ASN, Said Didu Bilang, "ASN Sekarang Gak Bisa Beda Pendapat dengan Pemerintah"

Oleh karena itu, Anang mendorong  pemerintah agar lebih mengutamakan untuk penyelesaian masalah guru honorer yang ada dan mengangkat derajat guru Indonesia.

“Mengundang guru asing ke tanah air akan menciderai perasaan guru Indonesia, khususnya guru honorer kita. Baiknya wacana mendatangkan guru asing untuk sementara dihentikan terlebih dahulu,” pungkasnya.

KPK Rilis Anggota Dewan yang Tak Laporkan Harta Kekayaan, Mulai dari Fahri Hamzah, Hingga....

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata