logo


500 Guru DKI Jakarta Ikuti Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

UKBI merupakan tes kemahiran berbahasa Indonesia standar secara lisan dan tulis untuk mengukur kemahiran berbahasa, baik penutur jati, maupun penutur asing.

13 Mei 2019 13:57 WIB

Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru ist

Cakupan penilaian UKBI meliputi tiga jenis keterampilan, yaitu ketrampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mendengarkan; pengetahuan dan pemahaman peserta uji dalam penerapan kaidah Bahasa Indonesia, dan; ketrampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis dan berbicara dalam menggunakan bahasa Indonesia secara lisan.

Para peserta yang mengikuti tes UKBI akan mendapatkan sertifikat UKBI dengan hasil peringkat dan nilai yang diperoleh dengan masa berlaku selama dua tahun.

Hasil pemeringkatan UKBI meliputi Istimewa (725-800), Sangat Unggul (641-724), Unggul (578-640), Madya (482-577), Semenjana (405-481), Marginal (326-404), dan Terbatas (251-325).


Mendikbud Ajak Pelajar Islam Indonesia Rawat Kebinekaan

Namun, Dadang Sunendar menegaskan, kemahiran berbahasa Indonesia para guru perlu ditingkatkan karena kemampuan tersebut sangat berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di kelas.

"Kecakapan berbahasa Indonesia yang kurang memadai akan mengurangi tingkat pemahaman peserta didik terhadap pelajaran," ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, sosialisasi bertujuan untuk mencapai target kemampuan bahasa Indonesia yang lebih tinggi lagi.

"Ke depan, rata-rata minimal madya dan rata-rata unggul. Mudah-mudahan bahkan dapat lebih tinggi lagi yaitu sangat unggul hingga istimewa," harapnya.

Sehingga, sosialisasi yang diselenggarakan diisi dengan pembekalan mengenai pentingnya UKBI bagi pengembangan karier guru sebagai tenaga pendidik, dan dilanjutkan dengan tes UKBI dengan menggunakan buku seri pelatihan yang terdiri atas soal menyimak, merespons kaidah, dan membaca.

Selain itu, pada sesi tes UKBI, akan diadakan uji keterampilan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara.

"Kelima materi tersebut diejawantahkan ke dalam lima sesi pengujian, yaitu Sesi I Mendengarkan, Sesi II Merespons Kaidah, Sesi III Membaca, Sesi IV Menulis, dan Sesi V Berbicara," ujar Dadang Sunendar.

Amin Fatkitur, Kasi Pendidik Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengungkapkan penguatan kompetensi bahasa Indonesia menjadi fokus perhatian Pemda DKI Jakarta. Langkah ini ditempuh dengan memasukkan materi kompetensi bahasa Indonesia ke dalam pelatihan kompetensi bagi guru.

"DKI Jakarta memiliki lima pusat pelatihan guru, dan satu pusat pelatihan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemampuan berbahasa merupakan bagian dari seperangkat kompetensi yang harus dilatih kepada guru," ujar Amin.

Mekanisme pelatihan, menurut Amin, berpedoman kepada pemetaan dari hasil uji kemahiran sehingga relevan dengan materi dan wilayah sasaran.

"Pemilihan guru sebagai peserta pelatihan melalui pemetaan dari hasil uji kompetensi agar sesuai kebutuhan," ujarnya.

Selanjutnya, guru yang telah mendapatkan pelatihan dapat saling berbagi dengan sesama guru yang belum kompeten.

"Di Provinsi DKI Jakarta, terdapat empat kategori pemetaan. Jadi, guru yang dilatih itu terbagi ke dalam kelompok-kelompok, untuk dapat saling berbagi kepada guru yang masih belum kompeten," ujarnya.

Ke depan, Amin mengharapkan, pelatihan dapat mencakup seluruh guru di wilayah DKI Jakarta.

Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA/sederajat Meningkat

Halaman: 
Penulis : Riana