logo


Kritisi Pemilu 2019, Natalius Pigai Bilang, "Sudah Menjadi Etalase Kematian"

"Bukan soal jumlah, tetapi soal kemanusiaan terutama hak hidup"

13 Mei 2019 08:54 WIB

Natalius Pigai
Natalius Pigai Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengkritisi pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019. Menurutnya, pemilu 2019 merupakan anomali besar antara keinginan tentang kemanusiaan dan kematian.

Bahkan ia menyebut pemilu 2019 merupakan pemilu paling mahal karena telah menelan 500 korban jiwa petugas KPPS meninggal dalam gelaran lima tahunan ini.

Baca Juga: Oposisi Terjerat Kasus Makar, Pengamat Bilang, "Negara Ini Mencirikan Negara Otoriter"


Natalius Pigai Ditantang Balik: Bisa Jawab Enggak Dia?

Akui Dorong Prabowo Maju Pilpres, Menko Luhut Merasa Gak Rela, "Enggak Akan Bisa Hilang"

"Bagi kami sebetulnya bukan soal jumlah, tetapi soal kemanusiaan terutama hak hidup," kata Pigai yang seperti diberitakan RMOL.co (13/5).

"Pemilu 2019 sudah tidak lagi sekedar informasi yang menjunjung nilai kemanusiaann, tetapi sudah menjadi etalase kematian," tandasnya.

Pada kesempatan itu pula, Natalius juga mengatakan pemilu seharusnya menjadi wadah pelaksanaan nilai universal untuk muncul yakni, nilai-nilai HAM, demokrasi, perdamaian, dan keadilan.

Ikut Prihatin dengan Banyaknya KPPS yang Meninggal, Prabowo Bilang, "Perlu Ada Visum dan Pemeriksaan Medis"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata