logo


Arcandra: Penggunaan Bahan Bakar Fosil Memang Cukup Membantu Menyediakan Energi Murah, Namun...

Pemerintah tetap realistis dalam melihat keseimbangan kondisi antara kebutuhan energi dan laju ketersediaan energi.

13 Mei 2019 08:17 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menegaskan, berbagai kebijakan yang direformasi di sektor energi dan mineral bertujuan untuk menciptakan ketahanan energi nasional. Harapannya, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri secara mandiri.

"Semua (kebijakan) yang kita desain nanti bertujuan pada energy security. Pada saat itulah apapun yang terjadi di luar sana, Indonesia akan mampu mengusahakan sendiri kebutuhan energinya tanpa bergantung pada negara lain," tegas Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/5) lalu.

Meski begitu, Pemerintah tetap realistis dalam melihat keseimbangan kondisi antara kebutuhan energi dan laju ketersediaan energi. Apalagi, ketersediaan energi untuk masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merata.


KESDM Bakal Ujicobakan Teknologi UCG di Tambang Batubara Kaltim

Arcandra menilai, penggunaan bahan bakar fosil memang cukup membantu menyediakan energi secara murah, namun ketersediaan terbatas menuntut Pemerintah mencari jalan lain sehingga bisa secara perlahan hanya mengandalkan energi fosil dalam menyediakan energi.

"Kita harus mengatur strategi apakah itu bentuknya fossil fuel atau renewable energy selama konsep pengelolaan energi kita sumbernya berasal dari domestik. Dari foreign based supply ke domestic based supply," kata Arcandra.

Perubahan paradigma pengelolaan energi, bagi Arcandra, mempunyai makna penting karena pemenuhan energi dari dalam negeri akan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, terutama yang berasal dari minyak dan batu bara.

Minyak bumi, memang dinilai Arcandra cukup bergantung pada ketersediaan minyak mentah dunia yang dipengaruhi oleh geopolitik global maupun rantai ketersediaan. Hal ini kerap membuat harga tidak stabil.

Salah satu energi yang bisa menjadi swasembada adalah listrik. "Yang membikin kita tidak bergantung pada negara lain adalah listrik. Maka ke depannya, yang dinamakan domestic based supply adalah energi berbasih listrik," ungkap Arcandra.

Arcandra menyebutkan, kendaraan listrik dan pembangkit menjadi dua contoh utama bagaimana peran penting Indonesia mampu menghasilkan sumber energi secara mandiri karena ketersediaan yang melimpah di dalam negeri.

SKK Migas: Tahun Ini, Konsumsi Gas PLN Tidak Optimal

Halaman: 
Penulis : Riana