logo


BPK Kembali Lancarkan Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor KPK

Berikut ulasannya

10 Mei 2019 19:26 WIB

Ratusan massa tergabung dalam Barisan Penegak Keadilan
Ratusan massa tergabung dalam Barisan Penegak Keadilan Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan massa tergabung dalam Barisan Penegak Keadilan (BPK) kembali menggelar aksi Jumat Keramat di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (10/5).

Dalam aksinya, ratusan massa BPK ini mengenakan masker sebagai simbol mencium aroma tak sedap yang kian menyengat lantaran internal KPK kian tak sehat. Terlebih, perihal pengangkatan dan pelantikan 21 penyelidik menjadi penyidik baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berpotensi memicu persoalan baru di internal lembaga Antikorupsi.

"Kami mencium ada gelagat aneh dan konspirasi dibalik pengangkatan penyidik tanpa tes itu. Anak SD saja pakai seleksi, ini malah mau jadi penyidik tanpa tes. Pengangkatan itu harusnya berbasis regulasi perundangan KPK dan melalui proses seleksi ketat," ujar Koordinator aksi, Dhani saat berorasi dihadapan massa BPK.


Nah Lho! Pengembalian Uang Rp 10 Juta dari Menag Tak Diproses KPK, Ini Alasannya

Hal ini, kata Dhani, bidang penindakan merupakan front gate kekuatan penindakan hukum KPK. Untuk itu, pengangkatan penyidik tanpa proses dan mekanisme formal dikuatirkan akan menciptakan stigmanisasi penegakan hukum korupsi oleh KPK, khususnya kapabilitas penyidik dan dampaknya menimbulkan dikotomi, stigma disharmonisasi dan diskriminasi diantara internal kedeputian penindakan.

"Agus Rahardjo cs tidak becus. Penciptaan kondisi ini justru menjadi tidak sehat bagi suasana kerja internal penindakan," tuturnya.

Perkembangan Kasus Suap KONI, Jaksa KPK Sebut Menpora Terlibat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma