logo


KKP Kembangkan Budidaya Nila Sistem Bioflok, Pembubidaya Rasakan Manfaat yang Berlipat

Keberhasilan budidaya tampak dari kelangsungan hidup atau survival rate (SR) ikan mampu mencapai hingga 90%

10 Mei 2019 14:57 WIB

Launching budidaya ikan dengan sistem bioflok
Launching budidaya ikan dengan sistem bioflok KKP

“Keuntungan bersih budidaya ikan nila sistem bioflok yang dapat saya peroleh dari setiap kolam mencapai Rp3,1 juta per siklus, saya memiliki 10 unit kolam dengan rincian 2 bak tandon dan 8 kolam budidaya sehingga pendapatan bersih selama periode budidaya yang saya lakukan dapat mencapai Rp24,8 juta”, sambungnya.

Syamsul juga bercerita bahwa air media budidaya hanya sekali dimasukkan dalam wadah budidaya dan dapat digunakan sampai panen, penambahan air hanya untuk mengganti penguapan dan pengontrolan kepadatan.

“Dengan budidaya nila sistem bioflok ini menjadi sumber pendapatan keluarga bagi pembudidaya dan pihak-pihak lain yang terkait dengan usaha ini, karena hasilnya dapat dijual ke usaha perdagangan ikan, rumah makan, jasa rekreasi pemancingan, pengolahan fillet dan lainnya," tambah Syamsul.


UKM Berbasis Bioteknologi Dikembangkan di Kampong Edu Ekologi Teripang Mas Kepri

Untuk diketahui, produksi ikan nila secara nasional cukup menggembirakan karena terus mengalami peningkatan, produksi tahun 2016 sebesar 1.114.156 ton, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 1.265.201 ton. Produksi hingga triwulan III tahun 2018 tercatat 579.688 ton.

Sentra budidaya ikan nila di Indonesia diantranya Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara, dimana secara berurutan pada tahun 2017 produksinya yakni 344.583,06 ton; 160.594,19 ton; 114.391,16 ton; 91.571,39 ton; dan 51.228,37 ton.

KKP Restocking Ribuan Ekor Benih Ikan Bandeng dan Rajungan di Perairan Natuna

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata