logo


KKP Kembangkan Budidaya Nila Sistem Bioflok, Pembubidaya Rasakan Manfaat yang Berlipat

Keberhasilan budidaya tampak dari kelangsungan hidup atau survival rate (SR) ikan mampu mencapai hingga 90%

10 Mei 2019 14:57 WIB

Launching budidaya ikan dengan sistem bioflok
Launching budidaya ikan dengan sistem bioflok KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan teknologi bioflok untuk budidaya ikan nila semakin dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya ikan. Kini keberhasilan budidaya yang mereka lakukan meningkat signifikan. Hal tersebut tampak dari kelangsungan hidup atau survival rate (SR) ikan mampu mencapai hingga 90 persen.

Selain itu, tingkat penggunaan pakan semakin efisien, dimana nilai feed conversion ratio (FCR) mampu mencapai 1,05 artinya untuk menghasilkan 1 kg ikan nila hanya dibutuhkan 1,05 kg pakan. Angka ini menurun drastis jika dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa dimana FCR-nya mencapai 1,5. Kepadatan juga meningkat tajam, yakni sebanyak 100 ekor/m3 atau 10 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional hanya 10 ekor/m3.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengungkapkan hal tersebut saat dimintai keterangannya di Jakarta, Kamis (9/5). Dengan keberhasilan ini, Slamet meyakini bahwa pengembangan budidaya nila sistem bioflok merupakan salah satu terobosan untuk meningkatan produksi nila secara nasional maupun guna meningkatkan pendapatan pembudidaya secara signifikan, namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan.


UKM Berbasis Bioteknologi Dikembangkan di Kampong Edu Ekologi Teripang Mas Kepri

“Penerapan teknologi ini terbukti efektif dan efisien dalam penggunaan sumberdaya air dan lahan serta adaptif terhadap perubahan iklim. Sedangkan ikan nila sendiri merupakan salah satu komoditas air tawar yang potensial untuk dikembangkan karena tahan terhadap perubahan lingkungan, pertumbuhannya cepat serta lebih resisten terhadap penyakit. Jadi ini memang kombinasi yang sangat tepat,” ujar Slamet.

“Ikan nila semakin diminati masyarakat sehingga permintaan pasar meningkat tinggi, selain untuk konsumsi lokal juga merupakan komoditas ekspor terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk fillet. Oleh karena itu produktivitasnya harus dipacu terus-menerus,” lanjut Slamet.

Slamet juga menjelaskan bahwa penguasaan teknologi budidaya nila bioflok kini terus diperluas di berbagai daerah melalui unit pelaksana teknis (UPT) perikanan budidaya.

KKP Restocking Ribuan Ekor Benih Ikan Bandeng dan Rajungan di Perairan Natuna

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata