logo


PNBP Minerba Capai 36,23% dari Target, Batubara Masih Andalan

Realisasi PNBP tersebut, setara 36,22% dari target tahun ini yang ditetapkan Rp43,2 triliun

10 Mei 2019 12:32 WIB

Ilustrasi pertambangan batubara.
Ilustrasi pertambangan batubara. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mencatat, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan hingga awal Mei 2019 mencapai Rp15,65 triliun.

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Jonson Pakpahan, mengatakan, realisasi PNBP tersebut, setara 36,22% dari target tahun ini yang ditetapkan Rp43,2 triliun.

Untuk itu, dia optimis, target PNBP 2019 bakal tercapai, seperti tahun lalu.


Pertamina: Bulan Ramadan, konsumsi LPG Akan Naik 7% - 9%

"Sampai dengan 7 Mei kemarin PNBP minerba Rp15,65 triliun," kata Jonson, di Jakarta, belum lama ini.

Jonson mengatakan, sektor batu bara masih menjadi penyumbang utama PNBP pertambangan. Penerimaan negara dari sektor pertambangan sangat bergantung terhadap tingkat harga dan volume produksi.

Pada tahun lalu misalnya, realisasi PNBP mencapai Rp50 triliun. Realisasi itu melebihi dari target 2018 sebesar Rp32,1 triliun. Begitu pula realisasi 2017 yang mencapai Rp40,6 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp32,7 triliun.

Tren positif realisasi PNBP sektor minerba dimulai sejak 2017. Selama kurun waktu dua tahun terakhir PNBP sektor pertambangan memang melampaui target. Ini tidak lepas dari masih tingginya harga beberapa komoditas terutama batu bara.

Kondisi itu berbanding terbalik pada periode 2014-2016. Kala itu harga batu bara kurang baik sehingga berpengaruh pada PNBP. Pada 2014 misalnya PNBP mencapai Rp 35,4 triliun. Kemudian setahun berselang PNBP hanya Rp 29,63 triliun dan di 2016 sebesar Rp 27,21 triliun.

Hanya saja yang harus diperhatikan adalah harga batu bara yang selama ini jadi penopang utama PNBP minerba terus mengalami tren penurunan harga sejak akhir tahun lalu. Harga terus terkoreksi hingga US$ 81,86 per ton pada Mei 2019.n tren penurunan. Harga terus turun hingga US$ 81,86/ton pada Mei ini.

Jonson mengakui, penerimaan negara berpengaruh seiring melemahnya harga batu bara. Namun dia mengungkapkan pemerintah menggenjot penerimaan negara melalui metode e-PNBP.

Dia menjelaskan, e-PNBP Minerba merupakan sistem yang dibangun dalam rangka monitoring dan pengawasan kegiatan produksi dan penjualan mineral dan batu bara yang terintegrasi dengan kewajiban pembayaran PNBP. Dengan begitu perusahaan lebih terbit dalam melaporkan kewajibannya.

"Tanpa e-PNBP maka kegiatan pengapalan produksi tambang tidak bisa dilaksanakan," tuntas dia.

Topang Lifting Migas, Tahun Ini Pemerintah Bidik 11 Proyek Startegis

Halaman: 
Penulis : Riana