•  

logo


Menlu RI Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB: Mayor Asal Indonesia Jadi Inspirasi

Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia sangat percaya dengan peran pasukan penjaga perda

9 Mei 2019 10:48 WIB

Menlu, Retno Marsudi, memimpin Sidang DK PBB di New York, AS, yang diikuti sejumlah peserta dengan dress code batik.\n
Menlu, Retno Marsudi, memimpin Sidang DK PBB di New York, AS, yang diikuti sejumlah peserta dengan dress code batik. Kemlu

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Indonesia untuk pertama kalinya memimpin sidang Dewan Keamanan PBB Selasa (7/5) lalu. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, pun memimpin langsung sidang debat terbuka dengan tema “Menabur Benih Perdamaian,” terutama untuk terus mendorong peningkatan kapasitas pasukan penjaga perdamaian dalam berbagai misi di seluruh pelosok dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno menyampaikan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan contoh nyata mengenai kemitraan global, kepemimpinan kolektif dan tanggung jawab bersama untuk perdamaian.

“Korps Baret Biru (Blue Helmets) adalah penjaga perdamaian yang melindungi ratusan juta manusia di seluruh dunia. Mereka adalah wajah Dewan Keamanan PBB, dan salah satu potret kerja sama multilateral yang terbaik,” ungkap Menlu Retno.


Dalam Forum PBB, Menlu Retno: Percayalah, Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

Lebih lanjut, Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia sangat percaya dengan peran pasukan penjaga perdamaian PBB dan perlunya investasi yang cukup untuk mempersiapkan kinerja dan kemampuan mereka di lapangan. Untuk itu, Menlu RI menekankan pentingnya pemajuan pelatihan dan peningkatan kapasitas personil, untuk meningkatkan kinerja, keberhasilan misi, serta keselamatan dan keamanan personil di lapangan.

Kemudian, Menlu Retno mengemukakan empat poin penting untuk mewujudkan MPP yang berdaya-guna, yakni pertama, memperhatikan kebutuhan spesifik misi (mission-specific approach), kemampuan berinteraksi dengan komunitas lokal (community engagement), pemajuan peranan perempuan, dan terakhir adalah penguatan pelatihan melalui kemitraan global.

Pada kesempatan tersebut, Menlu Retno memberi contoh keberhasilan personil asal Indonesia di MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, yang berhasil mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan, sehingga memungkinkan reunifikasi keluarga.

“Mayor Gembong beserta tim-nya dari Indonesia berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan, sehingga semakin memperkuat perdamaian,” ujar Menlu Retno.

Bangga! Diplomasi Batik Warnai Sidang Dewan Keamanan PBB

Halaman: 
Penulis : Riana